Slovakia Berencana Bunuh Ratusan Beruang, Ini Penyebabnya

17 hours ago 6

Jakarta -

Pemerintah Slovakia menyetujui rencana pembunuhan 350 beruang, pada Rabu (2/4), setelah Menteri Lingkungan Hidup Slovakia Tomas Taraba menyatakan meningkatnya serangan beruang terhadap manusia di negaranya.

Langkah ini diambil setelah jasad seorang pria berusia 59 tahun ditemukan di Slovakia tengah pada hari Minggu (30/4). Hasil penyelidikan yang dikeluarkan pihak berwenang menyatakan pria tersebut tewas diterkam beruang.

Populasi beruang coklat di hutan Slovakia diperkirakan berjumlah sekitar 1.300.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keadaan darurat telah diberlakukan di 55 dari 72 distrik di negara tersebut setelah kehadiran "tak diinginkan" beruang. Hal ini lantas yang mendorong Kementerian Lingkungan Hidup mengajukan izin untuk membunuh beruang-beruang tersebut.

Saat izin untuk membunuh beruang-beruang tersebut diajukan, Taraba turut mengatakan bahwa 800 beruang adalah "jumlah yang cukup" untuk negara kecil di Eropa tersebut.

Mengutip Kantor berita Slovakia, TASR, Taraba lebih lanjut mengatakan jumlah pertemuan manusia dengan beruang telah meningkat menjadi 1.900 di tahun 2024, sebelumnya berkisar 650 pertemuan di tahun 2020. Hal ini digunakan sebagai alasan kuat pembunuhan 144 beruang pada tahun 2024.

"Kita tidak bisa hidup di negara di mana orang takut pergi ke hutan, takut dimangsa beruang," kata Perdana Menteri Robert Fico.

Para ahli konservasi mengecam tindakan pembunuhan beruang dan menyerukan pencegahan

Organisasi lingkungan hidup mengkritik langkah pemerintah untuk membunuh beruang-beruang tersebut dan bahwa hal tersebut melanggar kewajiban internasional Slovakia.

Slovakia harus mengikuti arahan Uni Eropa yang mengizinkan pembunuhan terbatas pada beruang yang merusak properti atau menyerang manusia dan dan ini dilakukan jika tidak ada solusi lain.

Wartawan Jan Kuciak dari Investigative Center Slovakia meyakini di tahun 2024, para pemburu telah membunuh beruang yang tidak menyerang manusia - hal ini merupakan hasil studi yang ditemukan pada 50 kasus.

Para ahli konservasi meminta pemerintah untuk berfokus pada tindakan pencegahan dan mengajari masyarakat cara untuk tetap aman beraktivitas di alam bebas.

"Kita perlu memperkuat tindakan preventif melalui edukasi, penyediaan tempat pembuangan sampah, peraturan tentang umpan hewan buruan, atau menginformasikan kepada masyarakat untuk beraktivitas secara aman di alam bebas bukan malah mengedepankan solusi lainnya yang tidak efektif," kata Badan Lingkungan Hidup Slovakia, Aevis Foundation, pada laman Facebook mereka.

(haf/haf)

Loading...

Hoegeng Awards 2025

Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial