Kapolri Perkirakan Puncak Arus Mudik 28 Maret, One Way Nasional Siap Diberlakukan

4 days ago 17

Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memperkirakan puncak arus mudik Lebaran terjadi pada 28 Maret 2025. Dia mengatakan, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri sudah siap menerapkan contraflow hingga one way nasional untuk memastikan pemudik aman dan selamat sampai ke tujuan.

Kapolri mengatakan berbagai inisiatif pemerintah, termasuk pemberian insentif diskon tarif telah membantu membantu mengurai kepadatan lalu lintas sejak awal. Dia yakin arus lalu lintas saat puncak arus mudik bisa terkelola dengan baik.

"Kita harapkan ini juga bisa membantu mengurai puncak arus mudik yang nanti diperkirakan H-3 atau tanggal 28," kata Kapolri usai peninjauan Posko Terpadu Km 47 Tol Cikampek, Jawa Barat, Rabu (26/3/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolri menerima laporan dari Dirut Jasa Marga mengenai peningkatan volume kendaraan pada periode H-10 hingga H-6 Lebaran 2025. Menurut Kapolri, lonjakan ini menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan fasilitas yang disediakan pemerintah, termasuk diskon tarif tol.

"Jadi tentunya saran kita, manfaatkan insentif dari pemerintah ini dengan sebaik-baiknya," ujar Kapolri.

KapolriKapolri Foto: Dok Ist

Selain itu, Kapolri juga menyampaikan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2025 di jalan tol. Mulai dari skema ganjil genap, contraflow, hingga one way nasional.

"Kita tetap mengantisipasi apabila terjadi kepadatan tadi di Km 50 sebagai daerah untuk memantau, dan kita sudah siapkan berbagai macam rekayasa, mulai dari peraturan ganjil genap yang sudah berjalan karena sudah ada SKB-nya," kata Kapolri.

Kapolri mengatakan rekayasa lalin itu akan mulai diberlakukan hari ini. Skema yang akan diberlakukan situasional, disesuaikan dengan kondisi kepadatan kendaraan pemudik di tol.

"Hari ini kita mulai akan memberlakukan rekayasa apakah itu contraflow yang dilaksanakan di Km 47-70 dan selanjutnya apabila emang dibutuhkan, kita juga persiapkan one way," ujar Kapolri.

Kapolri menjelaskan ada batasan dalam penerapan one way dan contraflow di tol. One way baru akan diberlakukan jika kepadatan kendaraan pemudik sudah lebih dari 8.000.

"Ketika (kendaraan) masih di bawah 7.000 kita contraflow, pada saat sudah di atas 8.000 baru kita lakukan one way," ujar Kapolri.

Penjelasan Kakorlantas soal Kapan Penerapan One Way Nasional

Penjelasan mengenai penerapan contraflow hingga one way sebelumnya juga disampaikan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho. Dia mengatakan, penerapannya nanti akan berdasarkan pada penghitungan traffic counting kendaraan selama arus mudik.

Pernyataan itu disampaikan Irjen Agus usai rapat koordinasi bersama Dirut PT Jasa Marga Subakti Syukur dan Dirops PT Jasa Marga Fitri Wiyanti di Jasa Marga Tollroad Command Center, Jatiasih, Jawa Barat, Selasa (25/3/2025) malam. Rapat koordinasi ini membahas situasi arus mudik terkini.

"Tadi sore kami menyusuri dengan pihak Jasa Marga, tol cukup lancar baik Cikampek Cipularang sampai di KM 71 terus hari ini kami dengan Pak Dirut Jasa Marga mengevaluasi kira-kira yang sudah keluar Jakarta termasuk juga rekayasa lalu lintas baik itu contraflow dan One Way ini masih dalam kajian," kata Irjen Agus.

KapolriWamenhub dan Kakorlantas Foto: Dok Ist

Irjen Agus menegaskan, penerapan one way bukanlah melalui prediksi. Penerapannya melalui perhitungan yang matang dan terukur berdasarkan bangkitan arus kendaraan yang tinggi dalam periode satu jam berturut-turut.

"Ketika nanti bangkitan arus cukup tinggi indikator-indikator daripada contraflow dan one way itu sudah jelas. Kalau contraflow radar yang di KM 50 itu sudah 5.500 (kendaraan) baru nanti dengan Pak Dirut (Jasa Marga) akan memberlakukan contraflow satu lajur," kata Irjen Agus.

"Bla sudah 6.400 (kendaraan) satu jam berturut turut, radar di KM 50 kami akan berlakukan contraflow lajur 2, sampai ketiga 7.400 berturut-turut 1 jam," sambungnya.

Irjen Agus menambahkan, dirinya optimistis puncak arus mudik 2025 bisa diantisipasi dan dikelola dengan baik. Apalagi arus mudik sudah terpecah sejak awal berkat sejumlah kebijakan oleh pemerintah di antaranya work from anywhere (WFA) bagi ASN dan pegawai BUMN, hingga pembatasan kendaraan sumbu 3 atau lebih di jalan tol dan arteri.

"Tergantung trafficnya ya karena WFA ini beberapa sudah ada yang mengalir ke Jawa. Jadi yang ke Medan yang ke arah Sumatera melalui merak yang melalui Trans Jawa itu kurang lebih sudah hampir 30 persen," ujarnya.

"Jadi prediksi kapan akan diberlakukan One Way tentunya nanti kami dan pihak Jasa Marga melihat traffic counting yang update baru nanti kita simpulkan akan dilakukan one way nasional," sambung Irjen Agus.

(knv/hri)

Loading...

Hoegeng Awards 2025

Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial