Rahasia Tetap Sehat dan Bugar di Bulan Puasa dan Hari Raya

5 days ago 11
Situs Berita Live Sore Viral Non Stop

Jakarta -

Sebagai produsen bumbu masak yang telah bertransformasi bersama keluarga Indonesia selama 55 tahun, Ajinomoto Indonesia terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masalah gizi, kesehatan, dan lingkungan. Menyadari tantangan gizi buruk pada anak-anak dan gangguan kesehatan seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi, Ajinomoto berkomitmen memberikan solusi.

Di bulan Ramadan, Ajinomoto mengadakan event 'Ngabuburit Sehat Bersama Ajinomoto', dan menghadirkan ahli gizi untuk berbagi pengetahuan tentang literasi gizi yang penting guna membantu masyarakat tetap sehat, bugar, dan aktif selama puasa hingga Hari Raya.

Dalam acara 'Ngabuburit Sehat Bersama Ajinomoto', ahli gizi dari Universitas Esa Unggul, Nazhif Gifari, S.Gz, M.Si, membagikan tips penting untuk mengurangi konsumsi garam selama bulan Ramadan agar tetap sehat dan terhindar dari masalah kesehatan. Ia menjelaskan konsumsi garam berlebih dapat menyebabkan dehidrasi dan hipertensi, yang menjadi risiko kesehatan utama di bulan puasa.

Nazhif juga menekankan pentingnya pola makan bergizi seimbang saat berbuka dan sahur, serta strategi diet rendah garam. Garam memiliki sifat higroskopik, yang artinya mudah menyerap air, sehingga makanan tinggi garam dapat meningkatkan rasa haus dan menyebabkan tubuh kekurangan cairan.

Makanan olahan, camilan asin, dan fast food, yang tinggi garam, dapat mengganggu keseimbangan elektrolit tubuh dan menyebabkan retensi cairan. Selain itu, makanan tinggi gula, seperti kue dan minuman manis, dapat memicu lonjakan gula darah yang cepat naik dan turun, membuat tubuh lebih mudah lemas dan lapar.

Lebih lanjut, Nazhif mengingatkan konsumsi garam berlebihan juga dapat memicu hipertensi, yang pada gilirannya meningkatkan risiko penyakit serius seperti stroke, diabetes, gagal ginjal, dan serangan jantung. Oleh karena itu, penting untuk mengatur pola makan dengan bijak selama Ramadan guna menjaga kesehatan tubuh.

Sebagai solusinya, konsumsi garam bisa dikurangi dengan menambahkan sedikit monosodium glutamat (MSG) sebagai sumber rasa umami atau gurih ke dalam masakan karena MSG hanya mengandung 12% natrium. Unsur lain dari MSG adalah 78% glutamat dan 10% air.

Sedangkan unsur natrium pada garam dapur jauh lebih tinggi, yakni 39%. "Satu gram garam mengandung 400 mg natrium. Sedangkan 1 gram MSG mengandung hanya 133 mg natrium, sepertiganya," ujar Nazhif dalam keterangannya, Kamis (27/3/2025).

Hal ini disampaikannya ketika menghadiri Event Ngabuburit Sehat Bersama Ajinomoto.

Saat memasak, lanjut Nazhif, masyarakat bisa mengurangi hingga 30% garam menggunakan MSG. Sebagai contoh apabila butuh 2 sendok teh garam untuk memasak, maka bisa disiasati dengan 1 sendok teh garam dapur ditambah 1/2 sendok teh MSG.

tagsite

Dok. Ajinomoto

Menurutnya, MSG aman dikonsumsi dan mempunyai sejumlah manfaat bagi kesehatan. Beberapa diantaranya, membantu proses pencernaan di mulut karena rasa umami meningkatkan produksi air liur di mulut. Kemudian, membantu pencernaan dalam usus karena asam glutamat membantu enzim pencernaan bekerja lebih baik dan menjadi sumber energi di usus halus.

"Selain dari asupan dan pola konsumsi makanan, Tetap berolahraga atau melakukan aktivitas fisik selama puasa sebenarnya dianjurkan karena dapat membantu menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan metabolisme, serta mencegah penurunan massa otot akibat perubahan pola makan. Namun, jenis, intensitas, dan waktu olahraga harus disesuaikan agar tidak menyebabkan kelelahan atau dehidrasi. Olahraga ringan hingga sedang seperti jalan kaki, yoga, stretching, pilates, atau latihan kekuatan membantu menjaga fleksibilitas serta kekuatan otot. Sekitar 30-60 menit olahraga ringan sebelum adzan maghrib, merupakan waktu yang baik bagi mereka yang ingin membakar lemak lebih efektif, karena tubuh berada dalam kondisi puasa yang dapat memanfaatkan cadangan lemak sebagai sumber energi," ungkap Nazhif

"Jadi supaya teman-teman tetap sehat, bugar, dan aktif di bulan puasa hingga Hari Raya tiba, jaga keseimbangan dalam segala hal, baik dalam pola makan (sahur dan berbuka), aktivitas fisik, maupun waktu istirahat, makan dengan bijak, pilih makanan bergizi saat sahur dan berbuka, kurangi makanan tinggi gula, lemak, dan garam, serta tetap terhidrasi dengan cukup air. Prioritaskan istirahat, tidur yang cukup membantu tubuh tetap segar dan berenergi sepanjang hari. Manfaatkan momen spiritual ini, selain untuk meningkatkan ibadah, juga untuk melatih kontrol diri dalam pola makan dan kebiasaan sehari-hari agar lebih sehat. Saat hari Raya Idul Fitri nanti, rayakan hari kemenangan dengan sehat, nikmati hidangan lebaran secukupnya, pilih versi yang lebih sehat, dan tetap bergerak setelah makan," lanjutnya.

Sementara itu Head of Corporate Communications - PT Ajinomoto Indonesia, Grant Senjaya mengatakan konsep Bijak Garam merupakan bagian dari inisiatif Ajinomoto Health Provider. Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengatur konsumsi garam guna mencegah hipertensi dan penyakit degeneratif lainnya, sehingga tercipta pola hidup sehat di masyarakat.

tagsite

Dok. Ajinomoto

Masyarakat Indonesia dapat menemukan informasi lebih lengkap mengenai konsep Bijak Garam & inisiasi Health Provider Ajinomoto melalui www.ajinomoto.co.id.

Selain itu, Ajinomoto juga memiliki platform Dapur Umami yang berisi resep-resep masakan yang mengusung konsep Bijak Garam. Masyarakat dapat langsung mengaplikasikan resep-resep tersebut di rumah dengan mudah. Melalui kampanye Bijak Garam, Ajinomoto berharap dapat terus berkontribusi mendorong terciptanya gaya hidup di masyarakat.

(adv/adv)

Loading...

Hoegeng Awards 2025

Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial