China Beri Respons Keras Terhadap Tarif Trump, Negara Lain Mau Negosiasi

19 hours ago 7

Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan tarif baru yang luas untuk barang impor ke AS. Negara-negara yang terdampak tarif itu pun memberi respons berbeda.

Dilansir BBC dan AFP, Kamis (3/4/2025), Trump menyebut kebijakannya itu sebagai tarif timbal balik. Dia mengatakan barang-barang AS telah dikenai tarif yang tidak adil di berbagai negara sehingga sudah saatnya AS mengenakan tarif yang setara.

Dia mengatakan uang yang dihasilkan dari tarif baru itu akan digunakan untuk mengurangi pajak warga AS dan membayar utang AS. Trump juga menunjukkan bagan berjudul 'Tarif Timbal Balik' yang memiliki tiga kolom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kolom pertama adalah daftar negara, kolom kedua merupakan besaran tarif yang dikenakan suatu negara terhadap barang-barang dari AS dan kolom ketiga berisi tarif balasan yang dikenai AS terhadap negara tersebut.

"Mereka mengenakan biaya kepada kami, kami mengenakan biaya kepada mereka. Bagaimana mungkin ada orang yang marah?" katanya dilansir BBC.

Berikut ini reaksi internasional sejauh ini:

China

Beijing menentang keras tarif baru untuk ekspornya dan berjanji melakukan tindakan balasan untuk melindungi hak dan kepentingannya sendiri. Trump sebelumnya mengumumkan tarif yang sangat keras sebesar 34 persen untuk China, salah satu mitra dagang terbesarnya, sementara tarif dasar 10 persen untuk semua negara juga berlaku. Tarif tersebut merupakan tambahan dari tarif 20 persen yang diberlakukan bulan lalu.

China menganggap Tarif tersebut tidak mematuhi aturan perdagangan internasional. China mendesak Washington untuk segera membatalkannya dengan peringatan bahwa tarif tersebut membahayakan pembangunan ekonomi global.

Uni Eropa

Pemimpin Uni Eropa Ursula von der Leyen menganggap tarif dari Trump merupakan pukulan telak bagi ekonomi dunia kata .

"Tampaknya tidak ada ketertiban dalam kekacauan ini. Tidak ada jalan yang jelas melalui kompleksitas dan kekacauan yang sedang terjadi karena semua mitra dagang AS terkena dampaknya," katanya.

Setelah tarif 20 persen pada ekspor UE ke AS, dia mengatakan Brussels bersiap untuk tindakan balasan lebih lanjut.

"Belum terlambat untuk mengatasi masalah melalui negosiasi," ujarnya.

Jerman

Asosiasi Industri Otomotif Jerman mengatakan tarif tersebut hanya akan menciptakan pihak yang kalah dan mendesak UE untuk bertindak dengan kekuatan yang diperlukan sambil terus mengisyaratkan kesediaannya untuk bernegosiasi.

Industri kimia Jerman, yang menganggap AS sebagai pasar ekspor terbesarnya mendesak UE untuk tetap tenang dan menekankan eskalasi hanya akan memperburuk situasi.

Jepang

Menteri Perdagangan Jepang Yoji Muto mengatakan tarif 24 persen pada ekspor Jepang ke AS sangat disesalkan. Dia mendesak AS membatalkan hal itu.

"Dan saya sekali lagi dengan tegas mendesak (Washington) untuk tidak menerapkannya ke Jepang," ujarnya.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshimasa Hayashi mengatakan tarif tersebut dapat melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia dan perjanjian perdagangan kedua negara.

India

Kepala eksekutif Federasi Organisasi Ekspor India, Ajay Sahai, mengatakan tarif 26 persen tersebut akan merugikan permintaan untuk ekspornya. Dia mengatakan negara-negara pesaing seperti China dan Vietnam telah terpukul lebih keras, yang membuka ruang bagi India untuk mendapatkan pangsa pasar.

"Tarif yang dikenakan pada India jelas tinggi dan lebih tinggi dari yang diharapkan," katanya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Inggris

Inggris menyatakan tetap tenang dan berkomitmen menyegel kesepakatan perdagangan dengan AS. Menteri Bisnis Inggris, Jonathan Reynolds, mengatakan pihaknya bakal mencari kesepakatan yang dapat membantu 'mengurangi' tarif 10 persen yang dikenakan pada ekspor Inggris ke AS.

"Kami memiliki berbagai alat yang dapat kami gunakan dan kami tidak akan ragu untuk bertindak," ujarnya.

Prancis

Presiden Prancis Emmanuel Macron akan bertemu dengan perwakilan sektor-sektor Prancis yang terdampak oleh tindakan tarif Trump.

Italia

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni mengkritik tarif baru AS atas impor dari UE dan mendesak kesepakatan. Dia juga memperingatkan perang dagang akan pasti melemahkan Barat.

"Pemberlakuan tarif oleh AS terhadap UE adalah tindakan yang saya anggap salah dan tidak sesuai dengan kedua belah pihak," katanya.

Kanada

Perdana Menteri Kanada Mark Carney memperingatkan tarif akan mengubah sistem perdagangan global secara fundamental.

"Kami akan melawan tarif ini dengan tindakan balasan. Kami akan melindungi pekerja kami," katanya.

Brasil

Kongres Brasil menyetujui apa yang disebut sebagai Undang-Undang Timbal Balik Ekonomi yang memungkinkan eksekutif untuk menanggapi tarif 10 persen atas ekspor dari ekonomi terbesar di Amerika Latin itu. Brasil merupakan eksportir baja terbesar kedua ke Amerika Serikat setelah Kanada.

Korea Selatan

Presiden sementara Korsel Han Duck-soo mengatakan perang tarif global kini telah menjadi kenyataan. Korsel tekena tarif 25 persen dari Trump.

Han membentuk gugus tugas darurat dan berjanji untuk memobilisasi semua sumber daya pemerintah guna mengatasi krisis perdagangan. Dia juga mendesak para menteri untuk meminimalkan kerusakan melalui negosiasi agresif dengan Washington.

Australia

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan tarif 10 persen bukan tindakan seorang teman dan akan merusak hubungan sekutu dekat tersebut.

"Tarif ini tidak terduga, tetapi saya tegaskan tarif tersebut sama sekali tidak beralasan," katanya.

Swiss

Setelah Swiss dikenai tarif 31 persen, Presiden Swiss Karin Keller-Sutter mengatakan pemerintah akan memutuskan langkah selanjutnya. Dia menegaskan kepentingan ekonomi jangka panjang adalah prioritas.

"Kepentingan ekonomi jangka panjang negara adalah prioritas. Penghormatan terhadap hukum internasional dan perdagangan bebas adalah hal mendasar," katanya.

Taiwan

Pemerintah Taiwan menganggap pungutan sebesar 32 persen sangat tidak masuk akal dan sangat menyesalinya. Juru bicara kabinet Michelle Lee mengatakan Taiwan akan memulai negosiasi serius dengan Amerika Serikat.

Loading...

Hoegeng Awards 2025

Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial