Jakarta -
Kebijakan Work from Anywhere (WFA) yang diterapkan pemerintah dinilai efektif dalam mendistribusikan arus perjalanan, termasuk arus balik Lebaran. Dengan fleksibilitas waktu kepulangan, kepadatan di pelabuhan dapat ditekan.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Shelvy Arifin mengatakan tren pergerakan arus balik tahun ini lebih merata dibandingkan sebelumnya.
ASDP pun mengimbau pengguna jasa untuk mengatur waktu perjalanan, memilih menyeberang pagi atau siang hari, serta memastikan tiket sudah dibeli sebelum tiba di pelabuhan melalui aplikasi atau agen resmi Ferizy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dampak positif dari kebijakan WFA terlihat dari berkurangnya kepadatan di hari-hari tertentu. Trafik di pelabuhan lebih lancar dan terkendali," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (3/4/2024).
Berdasarkan data Posko Bakauheni yang mencakup Pelabuhan Bakauheni, Panjang, dan BBJ Muara Pilu selama 24 jam pada H+1 Lebaran, realisasi total penumpang dari Sumatera ke Jawa tercatat 57.801 orang, turun 4,8% dari tahun lalu. Adapun total kendaraan yang menyeberang mencapai 14.866 unit, turun 5,0% dari 15.653 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejak H-10 hingga H+1 Lebaran, total penumpang yang telah menyeberang dari Sumatera ke Jawa tercatat mencapai 511.267 orang, naik 1,4% dibandingkan tahun lalu. Sementara itu total kendaraan tercatat 106.215 unit, turun 3,5% dari tahun sebelumnya. Shelvy menegaskan ASDP telah menyiapkan langkah antisipatif untuk memastikan kelancaran arus balik.
Dari Posko Merak, yang mencakup Pelabuhan Merak dan BBJ Bojonegara, tercatat 39 kapal beroperasi pada H+1. Total penumpang dari Jawa ke Sumatera mencapai 37.202 orang, naik 11,6% dibandingkan tahun lalu. Di sisi lain, kendaraan roda dua meningkat 27,7% menjadi 3.220 unit, sedangkan kendaraan roda empat naik 6,5% menjadi 4.967 unit.
Sejak H-10 hingga H+1, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 979.027 orang, naik 3,5% dari tahun lalu. Total kendaraan mencapai 248.303 unit, naik 0,4%. Shelvy pun mengingatkan pentingnya disiplin pengguna jasa dalam mengikuti aturan perjalanan.
Pada lintasan Jawa-Bali, arus balik dari Ketapang ke Gilimanuk pada H+1 meningkat signifikan. Sebanyak 32 kapal beroperasi, dengan total penumpang mencapai 37.943 orang, naik 24,3% dibandingkan tahun lalu. Total kendaraan yang menyeberang juga meningkat 24,7% menjadi 10.467 unit.
Delaying System
Untuk menjaga kelancaran arus balik, ASDP menerapkan delaying system di delapan titik buffer zone dengan kapasitas total 1.560 kendaraan. Lokasi buffer zone terbagi menjadi dua kategori: di jalan tol (Rest Area KM 87B, KM 67B, KM 49B, KM 33B, dan KM 20B) serta di jalan arteri (Gor Way Handak, Terminal Agrobisnis Gayam, dan RM Tiga Saudara).
Delaying system juga diterapkan untuk kendaraan tujuan Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk. Di Ketapang, kendaraan penumpang diarahkan ke Grand Watudodol dan Dermaga Bulusan.
Sementara kendaraan barang ke Lapangan Sepak Bola Areba dan Terminal Sri Tanjung. Di Gilimanuk, delaying system diterapkan di Terminal Kargo, Terminal Bus Gilimanuk, serta UPPKB Cekik untuk kendaraan barang.
Shelvy mengatakan ASDP terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran layanan. "Kami memastikan ketersediaan kapal, optimalisasi operasional, serta pengelolaan antrean kendaraan agar perjalanan arus balik berjalan lancar," paparnya.
ASDP juga mengimbau pengguna jasa untuk mengikuti jadwal keberangkatan dan menghindari puncak arus balik. Dengan disiplin pengguna jasa dan strategi operasional yang telah disiapkan, ASDP optimistis dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan efisien bagi masyarakat.
(akn/ega)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini