Legislator Libatkan Netizen Cari Solusi Akhiri Konflik Israel dan Palestina

21 hours ago 7

Jakarta -

Anggota DPR RI Ahmad Doli Kurnia mengajak masyarakat, khususnya warganet (netizen), untuk membantu mencarikan solusi terkait konflik antara Israel dan Palestina. Dia menilai tidak mungkin masyarakat Indonesia berdiam diri saja terkait konflik kedua negara tersebut.

"Kita tak mungkin hanya berdiam diri melihat pelanggaran kemanusiaan terjadi di depan mata kita. Pemerintah dan masyarakat Indonesia sudah membantu, baik melalui diplomasi maupun bantuan kemanusiaan, namun kita tak boleh menyerah. Perlu lebih banyak pihak yang bersuara, termasuk warga negara, di tengah lumpuhnya berbagai organisasi internasional dalam memberikan tekanan kepada Tel Aviv," kata Doli dalam keterangannya, Kamis (3/4/2025).

Sebagai informasi, konflik Israel-Palestina tak kunjung mereda sampai saat ini, meskipun warga Jalur Gaza sedang menjalankan ibadah Ramadan hingga merayakan Idul Fitri 1446 H. Terbaru, tentara Zionis beberapa kali membombardir kawasan tersebut yang menewaskan ribuan nyawa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak awal konflik 7 Oktober 2023, total korban meninggal mendekati 55,000 jiwa. Ditambah dengan 113,274 lainnya yang mengalami luka-luka. Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak. Melihat fakta di atas, anggota DPR dari Fraksi Golkar, Dr Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengajak masyarakat, khususnya warganet (netizen) untuk membantu mencarikan solusi atas genosida yang telah berlangsung puluhan tahun.

Atas fakta itu, Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR itu mengajak warganet untuk memberikan ide segar guna merajut jalan damai. Melalui platform social media miliknya di Facebook, Instagram, TikTok, dan WA, mantan Ketua Umum KNPI itu mengadakan kampanye bertajuk #ADKTcallenge, untuk mengajak peran aktif masyarakat atas tragedi tersebut. Dalam waktu kurang dari satu pekan, sekitar 51 usulan resolusi damai dari masyarakat terangkum dalam media sosial pribadinya.

"Luar biasa kepedulian masyarakat kita atas saudara-saudara di Palestina. Ide-ide segar dan solutif muncul dari netizen, yang artinya bahwa masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang, mengetahui apa yang sedang terjadi," ujar Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu.

Doli lantas membeberkan satu per satu cuitan yang terbaik. Salah satunya datang dari akun @dadan_sukmaif. Akun tersebut berpendapat konflik Palestina bukan sekadar masalah politik semata, tetapi juga soal kemanusiaan dan tanggung jawab moral umat dunia, khususnya umat Islam.

"Saya meyakini bahwa jalan menuju perdamaian dan kemerdekaan Palestina harus dimulai dari keberanian dunia internasional untuk bersikap adil. Tidak boleh ada standar ganda dalam menegakkan hukum dan hak asasi manusia. Israel harus ditekan untuk menghentikan pendudukan dan pelanggaran kemanusiaan yang terus terjadi", tilisnya di kolom komentar IG @ahmadolikurnia.

Kemudian, Tengku Aziddin di kolom komentar FB milik Doli menyimpulkan konflik Palestina-Israel adalah salah satu konflik yang paling kompleks dan berkepanjangan di dunia. Ia lalu menawarkan empat solusi, yaitu solusi politik, ekonomi, sosial dan internasional untuk mengakhiri konflik secara permanen.

Lain halnya dengan mahasiswa Hubungan Internasional (HI) di akun @dearadeaz. Dia menilai konflik Israel-Palestina tidak akan berakhir jika masih ada ketimpangan kekuatan di sistem global.

"Dilihat dari kacamata Hegemonic Stability-nya Kindleberger, selama AS masih jadi pemain dominan yang mendukung Israel habis-habisan, keseimbangan kekuatan bakal terus timpang, dan Palestina akan selalu ada di posisi terjepit. Kalau beneran mau ada perubahan, dunia nggak bisa cuma mengandalkan kecaman atau resolusi PBB yang sering mandul. Perlu ada kekuatan baru yang bisa jadi penyeimbang, entah dari BRICS, OKI, atau blok lain yang bisa menekan Israel secara nyata," ulasnya.

Bukan kali ini saja Ahmad Doli menyuarakan derita rakyat Palestina. Sejak lima tahun lalu ia rutin menulis Kolom opini di berbagai media, yang di antaranya mengangkat isu kemerdekaan Palestina. Bunga rampai pemikiran itu ia bukukan dalam buku 'Kaca-Mata Doli Kurnia', yang terbit Februari 2025 lalu. Salah satu agenda penting yang dia usulkan adalah meningkatkan tekanan diplomasi melalui peran aktif parlemen / DPR di berbagai forum diplomasi dunia yang membahas isu Palestina.

"Sebagai anggota Inter-Parliamentary Union (IPU), DPR harus mengambil peran untuk mendorong isu Palestina sebagai topik global hari ini dan di masa depan. Pasalnya peran Indonesia di IPU dari tahun ke tahun terus menguat. Sejak bergabung pada 1959, Indonesia telah menggolkan sejumlah agenda di IPU yang menjadi inisiatif parlemen global. Terbaru, pada 144th IPU Assembly, Maret 2022 di Bali, DPR RI berhasil memandu Nusa Dua Declaration yang bertujuan untuk memobilisasi peran aktif parlemen untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim," tutur Doli.

Dengan predikat Indonesia sebagai salah satu negara muslim terbesar di dunia, Doli melihat suara DPR di IPU akan dapat mempengaruhi parlemen negara lain untuk mengambil inisiatif atas konflik Israel-Palestina dimaksud.

Kepada lima netizen terpilih yang sudah memberikan ide-ide cerdas terkait Palestina, Doli akan memberikan penghargaan berupa enam buku yang ditulisnya.

(maa/imk)

Loading...

Hoegeng Awards 2025

Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial