11 Tradisi Khas Masyarakat Indonesia di Bulan Syawal

18 hours ago 5

Jakarta -

Memasuki bulan Syawal, setelah perayaan Lebaran Idulfitri, sebagian masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia ada yang menyemarakkan bulan kesepuluh Hijriah ini dengan berbagai macam tradisi yang menarik untuk diketahui.

Apa saja tradisinya? Berikut ini adalah daftar tradisi khas masyarakat Indonesia yang diselenggarakan pada bulan Syawal setelah perayaan Lebaran Idulfitri, lengkap dengan serba-serbinya.

1. Sekura di Lampung Barat

Pesta topeng atau Sekura ini menjadi ajang silaturahmi masyarakat Lampung Barat saat perayaan Idulfitri. Warga berkeliling kampung mengenakan Sekura sambil berbagi keceriaan dengan pesta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Grebeg Syawal di Solo dan Jogja

Tradisi yang dirayakan masyarakat Solo dan Jogja ini menandai berakhirnya Ramadan dengan iring-iringan gunungan hasil bumi. Masyarakat berebut isi gunungan sebagai simbol berkah dan keselamatan.

3. Grebeg Syawal di Cirebon

Berbeda dengan Solo-Jogja, tradisi Grebeg Syawal di Cirebon ini berupa ziarah ke makam leluhur di Astana Gunung Sembung. Dirayakan 8 Syawal, Grebeg Syawal menjadi ajang syukur dan silaturahmi.

4. Sesaji Rewanda di Jawa Tengah

Tradisi yang dirayakan oleh warga Talunkacang Kandri Gunung Pati ini dilakukan dengan memberi makan kera di Goa Kreo pada 3 Syawal. Tradisi ini sebagai wujud syukur atas keselamatan dan rezeki.

5. Lebaran Ketupat di Jawa

Tradisi ini dirayakan pada 8 Syawal, seminggu setelah Idulfitri, setelah puasa sunnah enam hari. Ketupat dalam perayaan ini memiliki makna sebagai bentuk pengakuan kesalahan dan simbol saling memaafkan.

6. Ketupat Tauge di Semarang

Dikenal juga sebagai Ketupat Jembut, makanan ini berisi tauge dan sambal kelapa. Dalam perayaan tradisi Syawalan di kota Semmarang ini, ketupat biasanya akan diisi uang dan diperebutkan anak-anak.

7. Lopis Raksasa di Pekalongan

Masyarakat Kota Pekalongan biasanya merayakan bulan Syawal dengan membuat lopis besar yang kemudian dipotong dan dibagikan. Tradisi ini melambangkan persatuan, kebersamaan, dan silaturahmi.

8. Larung Sesaji di Demak

Sedekah Laut ini digelar pada lebaran ketujuh oleh warga Desa Bungo, Wedung, Demak. Tradisi ini berarti sebagai ungkapan syukur atas hasil laut. Acara dimeriahkan dengan pentas seni dan festival kuliner.

9. Ter-ater di Madura

Ini merupakan tradisi budaya masyarakat Madura yang dirayakan dengan berbagi makanan kepada tetangga dan kerabat sebagai simbol solidaritas. Tradisi ini mencerminkan keramahan dan kepedulian sosial.

10. Barong Ider Bumi di Banyuwangi

Suku Osing di Desa Kemiren, Glagah, Banyuwangi mengarak Barong keliling desa untuk menolak bala. Ritual yang sudah ada sejak 1800-an ini bertujuan mengusir energi negatif dan mendatangkan keberkahan.

11. Lebaran Topat di Lombok

Dalam bahasa Sasak, topat artinya ketupat. Lebaran ini dirayakan seminggu setelah Idulfitri, diawali doa bersama dan ziarah makam tokoh Islam, dan diakhiri dengan makan ketupat sebagai simbol kebersamaan.

Itu tadi sederet tradisi masyarakat di Indonesia yang dirayakan di bulan Syawal. Dihimpun detikcom dari berbagai sumber, meliputi Portal Informasi Indonesia, Warisan Budaya Kemdikbud, Kemenparekraf, Kemenag, dan situs pemerintah daerah lainnya.

(wia/imk)

Loading...

Hoegeng Awards 2025

Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial