Waka Komisi I DPR: Tarif Baru Trump Bisa Berdampak ke IHSG-Nilai Rupiah

21 hours ago 6

Jakarta -

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono mewanti-wanti pemerintah terkait dampak kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menaikkan nilai tarif baru atas impor yang masuk ke AS. Dave menyebut kebijakan Trump bisa berdampak pada kondisi Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hingga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Dave awalnya menjelaskan terkait kebijakan nila tarif baru AS. Dia menyebut Trump memutuskan itu karena melihat adanya trade surplus dari penjualan barang negara-negara lain, termasuk Indonesia, ke AS.

"Untuk memahami perhitungan angka tarif ini, kita harus melihat background mengapa Pemerintah AS menerapkan tarif yang tinggi kepada seluruh trade partners mereka dari semua penjuru dunia. Presiden Trump melihat adalah trade surplus kepada Indonesia yang bernilai triliunan USD," kata Dave saat dihubungi, Kamis (3/4/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dave menyebut Indonesia harus bisa menyesuaikan diri dengan kebijakan Trump ini. Menurutnya, Indonesia harus memperbaiki supply chain hingga SDA agar bisa memberikan produk terbaik dengan harga terjangkau ke pasar dunia.

"Kita harus bisa menyesuaikan diri dengan memperbaiki chain supply, bea cukai ekspor-impor, logistical cost, dan juga SDM serta pengelolaan SDA kita agar bisa tetap memberikan produk yang terbaik dengan harga yang terjangkau bagi semua pasar di dunia," ucapnya.

Menurutnya, jika Indonesia tidak merespons dengan baik perang dagang ini, akan berdampak pada perekonomian. Ia menilai tarif baru AS ini bisa berdampak pada IHSG hingga nilai tukar rupiah.

"Tentu ini akan memicu macam-macam spekulasi yang juga berdampak kepada IHSG, nilai tukar rupiah, dan perkembangan makro Indonesia," jelasnya.

"Maka itu wajib bagi Pemerintah Indonesia melakukan kebijakan-kebijakan yang drastis agar tetap menaikkan kepercayaan pasar kepada Indonesia. Dan juga kita menggunakan semua avenue yang ada secara diplomatis agar dapat merenegosiasi kembali tarif tersebut," lanjutnya.

Lebih lanjut, Dave menyebut sebetulnya kebijakan Trump ini juga akan merugikan AS. "Pastinya, kan yang akhirnya harus tanggung adalah consumer akhir, jadi pasti akan berdampak juga kepada masyarakat AS," imbuh dia.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan tarif baru sebesar 10% pada hampir semua barang impor yang masuk ke AS. Di samping itu, Trump memberlakukan 'Tarif Timbal Balik' terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia.

"Ini adalah deklarasi kemerdekaan ekonomi kami," kata Trump saat mengumumkan langkah-langkah baru tersebut.

Presiden mengatakan AS akan menggunakan uang yang dihasilkan dari tarif untuk 'mengurangi pajak dan membayar utang nasional kami'.

Trump kemudian mengangkat bagan besar berjudul 'Tarif Timbal Balik'.

Bagan yang diangkat Trump memiliki tiga kolom. Kolom pertama adalah daftar negara. Kemudian, kolom kedua merupakan besaran tarif yang dikenakan suatu negara terhadap barang-barang dari AS.

Sedangkan kolom ketiga berisi tarif balasan yang dikenai AS terhadap negara itu.

Bagan tersebut menampilkan tarif 10% untuk impor dari Inggris dan 20% untuk impor Uni Eropa.

Indonesia muncul pada daftar tarif tersebut. Disebutkan bahwa Indonesia menerapkan tarif sebesar 64% untuk barang-barang dari AS.

AS kemudian akan mengenakan tarif sebesar 32% terhadap barang-barang Indonesia yang dijual di AS.

(maa/imk)

Loading...

Hoegeng Awards 2025

Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial