Waktu menjelang Ramadan membawah berkah bagi para pedagang di Jakarta. Pedagang kurma, peci hingga bunga ziarah meraup cuap menjelang bulan suci ini.
Para pedagang meraup cuan karena ini terkait dengan tradisi menyambut bulan ramadan. Salah satunya tradisi ziarah ke makam keluarga.
Ziarah makam menjadi tradisi tersendiri bagi masyarakat Indonesia dalam rangka menyambut bulan Ramadan, yang sekitar seminggu lagi akan tiba. Di Jakarta sendiri, banyak warga yang mulai mendatangi makam untuk ziarah makam keluarga mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, ada juga sebagian warga yang turut mendapatkan berkah melalui momen ini, seperti tukang bersih-bersih makan hingga jasa doa kubur.
Tak hanya itu, ada juga penjual kurma dan peci yang kebanjiran pembeli. Pasalnya, kurma dan peci baru seperti hal yang wajib dibeli saat bulan Ramadan.
Berikut ini beragam cerita mereka yang kebanjiran cuan jelang bulan ramadan:
Baca halaman selanjutnya>>>
Cuan Pedagang Bunga
Foto: TPU Karet Bivak Masih Didatangi Peziarah Jelang Sidang Isbat Penentuan Ramadan (Maulani Mulianingsih/detikcom)
Tidak hanya itu, di sepanjang trotoar berjejer pedagang bunga yang sudah dikemas dalam plastik-plastik kecil beserta dengan air mawar dalam kemasan botol plastik bekas. Beberapa pedagang makanan juga terlihat memadati trotoar.
Salah satu peziarah, Haki (58) mengatakan momen jelang Ramadan memang ia gunakan untuk berkumpul bersama keluarga, kemudian dilanjut ziarah makam keluarga. Ia terlebih dahulu berkumpul di salah satu rumah anggota keluarga setelah itu bersama-sama jalan ke TPU Karet Bivak.
"Iya, pas lagi kebenaran hari libur, Sabtu, pada nggak kerja kan, bisa kumpul, terus mau puasa juga ya, kumpul," ujarnya kepada wartawan.
Berkah Tersendiri Bagi Tukang Bersih Makam
Foto: Tradisi Ziarah Kubur Jelang Ramadan di TPU Karet Bivak (Pradita Utama)
"Alhamdulillah, tapi kan tetep tergantung orangnya, sekasihnya aja, nggak nentulah. Iya bisa lah kayak gitu (pendapatan naik 100 persen), cuma tetep balik lagi ke yang ngasih. Alhamdulillah ada (peningkatan)," kata Fahri ditemui di TPU Semper, Jakut, Sabtu (22/2/2025).
Dia menjelaskan peziarah biasanya lebih ramai pada saat akhir pekan seperti hari Sabtu dan Minggu. Biasanya, kata dia, jalanan makam sampai macet akibat banyaknya mobil peziarah saat momen menjelang Ramadan.
Uniknya Warga Buka Jasa 'Pimpin Doa' Kubur
Hal menarik tak luput dalam momentum ziarah makam di TPU. Yakni ada warga yang membuka jasa doa. Seperti Sunardi (55) yang menjajakan jasa doa kubur di TPU Karet Bivak. Ada juga Ulum (68) yang membuka jasa memimpin doa di TPU Semper.
Sunardi sendiri jauh-jauh dari Cikande, Serang, Banten. Ia sehari-hari jadi buruh panggul alih profesi buka jasa doa kubur menjelang puasa dan saat lebaran di TPU Karet Bivak, Jakarta.
"Memang banyak pendatang dari sini. Jadi banyak dari Bogor, dari Pandeglang, dari Banten (jadi jasa doa kubur). Musiman doang gitu ya, mau puasa, kalau nanti, habis lebaran gitu," kata Sunardi saat ditemui di TPU Karet Bivak, Sabtu (22/2/2025).
Sementara Kakek Ulum mengaku menyediakan jasa pimpin doa ini sudah lama. Awalnya, dia sering diminta orang memimpin doa. "Iya (suka diminta doa) sama orang yang ziarah, saya orang Jakarta," ujar Ulum saat ditemui detikcom di lokasi, Sabtu (22/2/2025).
Hari-hari biasa, jika ada peziarah yang membutuhkan jasanya, dia juga bersedia. Dia mengatakan tidak mematok harga untuk jasa yang ditawarkannya.
Cuan Pedagang Kurma
Menjelang bulan Ramadan, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, dipadati pengunjung. Para pengunjung ramai menyerbu toko yang menjual kurma. (Foto: Andhika Prasetia)
Salah seorang pedagang pasar yang meraup cuan menjelang Ramadan adalah Wahyu. Sehari-hari Wahyu menjajakan dagangan berbagai jenis kurma di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur.
Wahyu mengatakan memasuki Ramadan seperti sekarang, dagangannya pun laris manis diserbu para pembeli. Keuntungan yang dia dapat pun meningkatkan dari hari biasanya hingga 50 persen.
"Ya bisa setengahnya lah, 50 persen kurang lebih (kenaikan keuntungan), lumayan," kata Wahyu ditemui detikcom di lokasi, Jumat (28/2/2025).
Dia mengatakan dalam sehari bisa meraup untung mulai Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Sebab, kurmanya banyak diborong untuk dijadikan menu buka puasa bersama di masjid-masjid.
"Sehari 500 sampe sejuta sih pernah, biasanya ramai tuh awal-awal gini, pas mau puasa, karena belinya kan pada banyak-banyak. Ada yang pesan buat bukber juga, ada juga yang langganan orang-orang masjid biasanya," terang dia.
Tak hanya Wahyu, pedagang kurma lainnya, Yudi, juga mengaku mengalami kenaikan omzet menjelang bulan puasa kali ini. Berbagi kurma beragam jenis dan merek yang dijualnya selalu laris terjual setiap hari.
"Wah jauh, biasanya mah kalo hari biasa yang beli paling yang emang doyan, yang hobi gitu rutin beli kurma. Tapi kalo puasa gini kan yang beli hampir semua rata-rata, makanan buat buka puasa kan. (Untung) Rp 300 ribu aja mah ngantongin," ujar Yudi.
Cuan Penjual Peci
Selain para pedagang kurma, kenaikan omzet dirasakan oleh Yanto yang berjualan peci, sarung dan kelengkapan ibadah lainnya. Dia mengaku keuntungannya meningkat hingga dua kali lipat jelang bulan puasa seperti sekarang ini.
"Bisa naik sampai 50, sampe 70 persen lah kalo dibanding hari biasanya," ungkap Yanto.
Yanto pun berencana menjual dagangannya ini hingga malam takbiran. Sebab, kata dia, biasanya banyak pembeli borongan yang datang untuk menjadikan peci hasil dagangnya sebagai THR.
"Apalagi nanti mau lebaran, makin-makin (ramainya). Biasanya kan borongan tuh ada aja, buat ngasih-ngasih THR biasa tuh PT PT, ada juga yayasan segala macam, banyak pokoknya. (Dagang sampai) malam takbiranlah, itu biasanya kita juga suka kasih korting, diskon, jadi makin larislah," jelas Yanto.
(rdp/rdp)
Hoegeng Awards 2025
Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu