Waspada! Ini Cara Bedakan Ayam Gelonggongan yang Dijual Pedagang Nakal di Pasar

6 hours ago 3

Jakarta -

Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan membongkar praktik nakal pedagang yang menjual ayam gelonggongan di Pasar Kebayoran Lama. Bagaimana ciri-ciri ayam gelonggongan yang dijual pedagang nakal di pasar?

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan mengungkap cara mengetahui ayam suntikan atau gelonggongan. Dia menyebut pembeli bisa mengangkat ayam untuk melihat apakah air mengucur banyak atau tidak.

"Kemudian ketika digantung, itu ada tetesan air. Kalau ayam yang biasa itu kan kering, enggak ada yang netes," kata Kasudin KPKP Jaksel Hasudungan A. Sidabalok usai sidak di Pasar Kebayoran Lama.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, pembeli bisa mengecek langsung daging ayam dengan cara meraba bagian kulit. Ayam gelonggongan cenderung lebih licin.

"Nah, kemudian juga permukaan kulitnya itu lebih licin, karena dia basah gitu kan, jadi lebih licin," jelasnya.

"Terus kemudian dia itu, kalau ayam pada umumnya itu kan lembab ya, ke arah lembab jatuhnya, kalau ini basah," sambung dia.

Selain itu, ayam gelonggongan juga berbau amis tajam. Hasudungan menyebut bau amisnya berbeda dengan daging ayam pada umumnya.

"Kalau misalnya dimasak ya, misalnya direbus atau digoreng, dia penyusutannya ini drastis banget. Misalnya kalau tiba-tiba kita ungkep itu kok jadi kecil gitu. Kemudian kalau misalnya digoreng itu air itu benar-benar nyiprat gitu," tuturnya.

Untuk mengantisipasi lebih banyak praktik curang itu, Hasudungan dan timnya terus melakukan pengawasan rutin. Selain itu, pihaknya juga akan sering menguji daging ayam di sana apakah mengandung formalin atau tidak.

"Pengawasan sudah rutin dilakukan dan salah satu lokasi pengawasan ada di Pasar Kebayoran Lama dan fokus pemeriksaan di dalam pasar sementara lokasi kejadian sekarang ada di luar pasar dan untuk parameter uji yang dilakukan Sudin KPKP Jaksel adalah pemeriksaan formalin," ungkapnya.

Selanjutnya, sejumlah warga mengaku was-was dengan temuan ayam gelonggongan di kawasan Pasar Kebayoran Lama. Mereka menuturkan harus lebih awas saat memilih ayam di pasar.

"Khawatir ya pasti ada, makanya kalau di sini saya beli ayam kampung aja. Jadi kalau ayam kampung beli di sini hidup-ihdup langsung dipotong, diolah, dibersihin di situ, nggak ada masalah," kata seorang konsumen asal Kebon Jeruk, Rohmani.

Selanjutnya pembeli lainnya, Dian, mengaku sama-sama was-was karena adanya ayam gelonggongan. Namun dia mengaku jarang beli ayam broiler di Pasar Kebayoran Lama.

"Kalau saya jarang masak. Jadi nggak begitu sering beli ayam, paling kalau iya pun di sini saya belinya ayam kampung. Karena jelas kan, masih hidup dipotongin, kita liat semua prosesnya. Kalau nggak gitu saya bukan cuma was-was gelonggongan, tapi was-was gak halal juga cara motongnya," kata Dian.

Seperti diketahui, Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan membongkar praktik nakal pedagang yang menjual ayam gelonggongandi Pasar Kebayoran Lama. Tersangka berinisial SY (30) terancam hukuman lima tahun penjara dan denda maksimal Rp 2 miliar.

"Untuk undang-undang yang kami terapkan dalam kegiatan atau penyidikan terhadap tersangka kami terapkan Pasal 62 ayat 1 jo 8 ayat 1 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman di sini maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 2 miliar," kata Kanit Resmob Satreskrim Polres Jaksel AKP Bima Sakti di Pasar Kebayoran Lama, Jaksel, Jumat (28/2).

Praktik curang ini sudah dilakukan SY sejak 2021. Hal itu pun terbongkar setelah ada laporan masyarakat yang masuk ke Polres Jaksel.

Dalam praktik ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Alat-alat yang dipakai SY merupakan alat yang sudah dimodifikasi.

"Dari pelaku di sini dapat kami amankan yaitu ada berupa ayam potong yang belum, maupun yang sudah disuntik, maupun alat yang digunakan seperti kompresor, galon, selang dan juga selang yang sudah dimodifikasi atau diberikan jarum yaitu digunakan untuk menyuntikkan air ke dalam ayam yang sudah dipotong," ungkap Bima.

(whn/whn)

Loading...

Hoegeng Awards 2025

Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial