Kuli Si Raja Tega: Cor Jasad Bos Ruko Lalu Kuras Duitnya

6 hours ago 2
Jakarta -

Zainal Arifin alias Arif (35) tega membunuh bos ruko, JS (69) hingga mengecor jasadnya. Tak hanya itu, Arif kemudian menguras duit di ATM korban.

Pembunuhan itu terjadi pada Minggu (16/2) sekitar pukul 10.00 WIB. Arif mengaku membunuh korban karena sakit hati ditampar.

Arif memukul wajah dan kepala korban dengan potongan hebel. Dua hari setelah korban dipastikan meninggal dunia, Arif lalu mengecor jasad korban di bekas saluran air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mulanya, korban datang ke ruko miliknya di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur untuk mengecek proyek ruko yang tengah direnovasi. Korban sempat mempertanyakan kenapa para kuli bangunan mogok kerja.

Saat itu korban hanya berdua dengan tersangka Arif. Korban juga sempat mengajak tersangka Arif untuk ke polisi melaporkan pencurian peralatan proyek yang banyak hilang.

Akan tetapi, Arif menolak hingga membuat korban marah. Saat itulah Arif kemudian cekcok hingga membunuh dan mengecor jasad korban.

Pada Rabu (26/2) polisi bersama Damkar membongkar coran yang menjadi 'kuburan' korban. Jasad korban terevakuasi selama 3 jam dan selanjutnya dibawa ke RS Polri untuk diautopsi.

Kuli Bangunan Jadi Tersangka

Di hari yang bersamaan jasad korban ditemukan, polisi juga mengamankan pelaku yakni Zainal Arifin. alias Arif. Arif ditangkap di rumah bosnya di Cipete, Jakarta Selatan pada Rabu (26/2).

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan Zainal Arifin telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 338 KUHP dan/atau Pasal 351 ayat (3) KUHP dan/atau Pasal 365 ayat (3) KUHP dan/atau 363 KUHP.

"Ancaman pidananya tertinggi adalah 15 tahun penjara dan terendah adalah 7 tahun penjara," kata Nicolas dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (27/2).

Motif Bunuh dan Cor Jasad Korban

Nicolas mengatakan tersangka ZA mengaku tega membunuh korban JS karena merasa sakit hati. ZA merasa sakit hati karena ditampar oleh korban.

"Motifnya adalah sakit hati karena pelaku ditampar oleh korban, sehingga pelaku sakit hati sehingga spontan yang bersangkutan melakukan penganiayaan atau pembunuhan," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, bos ruko berinisial JS dibunuh, lalu mayatnya dicor di rumah toko (ruko) miliknya di Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim). Korban diketahui dicor setelah dua hari meninggal dunia.

Korban Tewas Dipukul Batu lalu Dicor

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan korban dibunuh pada Minggu (16/2) lalu. Pelaku merupakan kuli bangunan yang bekerja di proyek ruko miliki korban.

Pelaku kemudian sempat panik dan membiarkan jenazahnya selama dua hari. Dia baru mengubur jasad korban dengan coran pada 18 Februari 2025.

"Setelah korban dipukul, ditimpai oleh batu bagian kepala, dan akhirnya meninggal. Dan tanggal 18 terduga pelaku memastikan korban meninggal dan terduga pelaku panik," kata Nicolas.

Saat itu, kondisi jenazah korban sudah mulai membusuk dan dikerubungi lalat. Pelaku berinisial ZA (35) kemudian menyeret korban dan menaruhnya di saluran air, lalu mengecornya.

"Selanjutnya terduga pelaku menyeret korban dan dilakukan ditaruh di saluran air, dan ditutup dengan semen dan batu bata yang ada," jelasnya.

Baca selanjutnya: kuras ATM korban

Polres Metro Jakarta Timur mengungkap pembunuhan bos ruko yang jasadnya dicor semen di Rawamangun, Jakarta Timur. FPolres Metro Jakarta Timur mengungkap pembunuhan bos ruko yang jasadnya dicor semen di Rawamangun, Jakarta Timur. (Maulana Ilhami Fawdi/detikcom)

Pelaku Kuras ATM Korban

Kombes Nicolas mengatakan tersangka Arif sempat pulang ke kampung halamannya di Jawa Tengah pada 18 Februari 2025. Dia menghabiskan waktu di sana sampai 24 Februari 2025 lalu balik lagi ke Jakarta.

Namun, sehari setelah membunuh korban atau tepatnya 17 Januari 2025, Arif sempat menguras ATM korban. Dia melakukan tarik tunai dan transfer uang dari rekening korban ke rekening miliknya.

"Tapi kami jelaskan juga bahwa pada tanggal 17 (Februari) itu tersangka sudah menarik uang tunai di ATM korban dan juga mentransfer uang dari ATM korban ke ATM tersangka itu sebesar Rp 64 juta," kata Nicolas.

"Dia menarik tunai sebesar Rp 2,5 juta itu tanggal 17 (Februari) sore hari sekitar jam 15.00 WIB, dan selanjutnya tanggal 17 itu juga malam hari sekitar jam 19.00 WIB pelaku menarik uang dari ATM-nya dan uang yang tadi milik korban itu sebesar Rp 10 juta," sambungnya.

Menurut Nicolas, tersangka Arif menguras isi ATM korban itu untuk keperluannya sehari-hari.

"Uang itu dipakai untuk keperluan pelaku dia pulang ke rumah orang tuanya di daerah Jawa Tengah dan keperluan sehari-hari," imbuhnya.

Alasan Tersangka Cor Jasad Korban

Nicolas mengatakan, sehari setelah melakukan pembunuhan atau pada Senin (17/2/2025), ZA tetap membiarkan jasad JS di dalam ruko. Tetapi pada hari itu, ZA membawa jasad JS ke bagian belakang ruko dan menaruh jasad korban di saluran air.

"Pada keesokan harinya, tersangka mengecek lagi korban, dan selanjutnya menyeret korban ke belakang proyek dan memasukkan korban di bekas saluran air yang di proyek tersebut," ucapnya.

Baru pada hari Selasa (18/2), ZA mengecor jasad korban. Nicolas mengatakan ZA mengecor korban karena jasad korban mulai dikerumuni lalat.

"Dan tanggal 18 Februari esok harinya, korban mengecek lagi, dan selanjutnya karena 2 hari korban meninggal dunia, tersangka akhirnya melihat lalat yang sudah mengerubungi korban, selanjutnya tersangka menutup korban dengan pasir dan membuat cor, adukan semen, dan selanjutnya mengecor korban, setelah dicor, dan selanjutnya korban menutup lagi dengan bata yang ada di situ, dan menutup secara rapi," jelasnya.

Nicolas menjelaskan, aksi ZA mengecor jasad korban JS adalah aksi yang spontan. Langkah itu dilakukan ZA karena jasad JS mulai timbul bau dan dikerumuni lalat.

"Terkait dengan tindakan dia mengecor korban itu adalah tindakan spontanitas, karena korban sudah dikerumuni oleh lalat, tanggal 18 (Februari) itulah dia mulai melihat bahwa sudah mulai dikerumuni oleh lalat-lalat, sehingga mulai bau, sehingga dia spontanitas dia tutup dengan pasir, dan selanjutnya dia membuat adukan cor dan melakukan pengecoran terhadap keberadaan mayat itu sendiri atau korban itu sendiri," jelasnya.

(mea/mea)

Loading...

Hoegeng Awards 2025

Usulkan Polisi Teladan di sekitarmu


Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial