Kue viral di kawasan Blok M, Jakarta Selatan memikat wisatawan dari luar. Mereka rela antre salah satunya untuk menyicipi makanan yang viral.
Antrean panjang pun muncul dari kedai-kedai jajanan yang viral di media sosial (medsos). Salah satunya kedai donat yang viral.
Hera (30), warga Pekalongan, Jawa Tengah, mengaku rela mesti antre sekitar setengah jam untuk mencicipi makanan tersebut. Bahkan dia sempat mengantre di salah satu kedai sebelum buka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baru 30 menit antre, sebentar. Tadi waktu Futago ya itu kita ngantre dari sebelum buka. Sebelum buka tuh udah banyak yang nunggu," kata Hera saat ditemui di kawasan Blok M, Sabtu (5/4/2025).
Bukan tanpa alasan, Hera mengaku tak masalah mengantre lantaran hanya bisa ke Jakarta setahun sekali. Ia pun tak mau melewatkan kesempatan itu.
"Saya kan setahun sekali ke Jakarta. Sayang kalau nggak diturutin. Nggak apa-apa ngantre berjam-jam, yang penting dapet. Kalau nunggu tahun depan, nanti udah nggak viral," tuturnya.
Di sisi lain, alasannya rela mengantre makanan viral di Blok M karena makanan yang diincar tak ada di kampung halamannya. Selain itu, makanan tersebut juga viral.
"Ya sebenarnya rasanya ya enak, tapi nggak yang wow banget. Tapi karena viral, kan ya penasaran, jadinya rela antre deh. Di Pekalongan, kampung saya, nggak ada yang kayak gini soalnya," ungkapnya.
Pengunjung Kaget Banyak yang Antre
Warga mengantre di jajanan viral Blok M. (Belia/detikcom)
"Mumpung libur, masih banyak waktu. Nggak papa ngantre. Pertama tadi lihat juga kaget, ngantrenya panjang banget. Terus tadi sempat hujan deres, mereka masih nunggu antre. Yang tadinya saya mau minggir aja jadi nggak jadi karena lihat mereka rela antre," kata Dinas di lokasi.
Rasa penasaran Dinas besar untuk merasakan donat viral itu. Dia pun tak mempermasalahkan jika harus mengantre lama.
"Vibes-nya itu loh, saya penasaran juga kok orang rela antre. Emang seenak apa makanannya. Dah mumpung libur, jadi kita gas sajalah," lanjutnya.
Dinas juga merasa terganggu oleh cuaca Jakarta saat libur Lebaran ini. Hujan deras setiap hari membuat Dinas sulit bepergian ke tempat-tempat wisata.
"Iya, lumayan ganggu, kita mau ke mana-mana jadi susah. Apalagi kan saya pake TransJ terus ke mana-mana. Jadi agak susah mobilitasnya kalau hujan," ujarnya.
(dek/rfs)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini