Aplikasi China Diblokir di Banyak Negara, Ternyata Ini Alasannya

16 hours ago 4
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah negara mulai melarang penggunaan aplikasi kecerdasan buatan (AI) asal China, DeepSeek, yang diklaim mampu menyaingi ChatGPT dengan biaya lebih murah. Lantas, apa penyebabnya?

DeepSeek membuat heboh dunia awal tahun lalu, karena diduga mencontek model kecerdasan buatan OpenAI. Startup China ini diklaim terus menerus mencoba meniru teknologi perusahaan AI Amerika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan biaya yang jauh lebih rendah, AI ini menjadi sorotan di beberapa negara terkait kebijakan keamanan dan praktik privasinya.
"Menurut kebijakan privasinya, DeepSeek menyimpan berbagai data pribadi, termasuk permintaan ke program AI-nya dan file yang diunggah, di komputer-komputer di China," tulis Reuters, Selasa (6/1).

Maka dari itu beberapa negara sudah melakukan tindakan terkait AI terbaru asal China ini.Berikut adalah tindakan negara-negara terkait DeepSeek:

Australia

Pada awal Februari 2025, Australia melarang penggunaan DeepSeek di semua perangkat pemerintah karena kekhawatiran keamanan.

Republik Ceko

Pemerintah Republik Ceko, melarang administrasi publik negara tersebut menggunakan layanan apa pun dari startup AI China DeepSeek pada Juli lalu, karena kekhawatiran terkait keamanan data.

Prancis

Januari 2025, otoritas perlindungan privasi Prancis menyatakan akan menginterogasi DeepSeek untuk memahami lebih baik bagaimana sistem AI startup China tersebut beroperasi, serta potensi risiko privasi bagi pengguna.

Jerman

Seorang komisioner otoritas perlindungan data mengatakan bahwa Jerman telah meminta Apple dan Google pada bulan Juni, untuk menghapus DeepSeek dari toko aplikasi mereka karena kekhawatiran terkait keamanan data.

India

Pada awal Februari, kementerian keuangan India meminta pegawainya untuk menghindari penggunaan alat kecerdasan buatan, termasuk ChatGPT dan DeepSeek, untuk tujuan resmi, dengan alasan risiko terhadap kerahasiaan dokumen dan data pemerintah.

Italia

Otoritas persaingan usaha Italia, AGCM, telah menyelesaikan penyelidikan terhadap DeepSeek yang dituduh tidak memberitahu pengguna bahwa sistem tersebut dapat menghasilkan informasi yang tidak akurat.

Kasus ini ditutup dengan syarat bahwa komitmen mengikat AGCM disetujui.Pada Januari aplikasi tersebut diblokir karena kurangnya informasi mengenai penggunaan data pribadi.

Belanda

Pada akhir Januari, otoritas perlindungan data Belanda mengumumkan akan meluncurkan penyelidikan terhadap praktik pengumpulan data oleh perusahaan kecerdasan buatan China DeepSeek, dan mendesak pengguna Belanda untuk berhati-hati dalam menggunakan perangkat lunak perusahaan tersebut.

Juru bicara pemerintah mengumumkan bahwa pada akhir Juli pegawai negeri dilarang menggunakan aplikasi tersebut, dengan mengacu pada kebijakan terkait negara-negara yang memiliki program siber yang merugikan.

Rusia

Presiden Rusia Vladimir Putin menginstruksikan Sberbank pada awal Februari, bank terbesar di Rusia, untuk bekerja sama dengan peneliti China dalam proyek kecerdasan buatan (AI) bersama, menurut seorang eksekutif senior kepada Reuters.

Korea Selatan

Pada pertengahan Februari, otoritas perlindungan data Korea Selatan mengumumkan bahwa unduhan baru aplikasi DeepSeek telah dihentikan di negara tersebut, setelah startup mengakui gagal mempertimbangkan beberapa aturan otoritas terkait perlindungan data pribadi.

Menteri industri sementara memblokir akses karyawan ke DeepSeek karena kekhawatiran keamanan.Layanan tersebut kembali tersedia pada akhir April.

Taiwan

Taiwan melarang departemen pemerintah menggunakan layanan DeepSeek pada bulan Februari, menganggapnya sebagai risiko keamanan. Ada juga kekhawatiran tentang sensor di DeepSeek dan risiko data berakhir di China.

Amerika Serikat

The New York Times melaporkan di bulan April bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan sanksi yang akan mencegah DeepSeek, membeli teknologi AS dan mendiskusikan apakah akan membatasi akses warga AS ke layanannya.

Pada Desember, sekelompok sembilan anggota Kongres AS mengirim surat kepada Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, mendesak Pentagon untuk menambahkan beberapa perusahaan teknologi China, termasuk DeepSeek, ke daftar entitas yang diduga membantu militer China.

Tujuh senator AS dari Partai Republik telah meminta Departemen Perdagangan pada Agustus lalu untuk mengevaluasi potensi kerentanan keamanan data yang ditimbulkan oleh model kecerdasan buatan (AI) sumber terbuka China seperti DeepSeek.

(wpj/dmi)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial