Meksiko Berterima Kasih ke Trump Atas Perlakuan Istimewa Terkait Tarif

15 hours ago 5

Mexico City -

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengungkapkan rasa terima kasih kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dia berterima kasih karena negaranya dibebaskan dari daftar tarif timbal balik Trump dengan alasan hubungan baik pemerintah dengan pemerintahannya.

Dilansir Anadolu Agency, Jumat (4/4/2025), Sheinbaum memuji perlakuan baik Trump terhadap Meksiko yang terhindar dari tarif menyeluruh 10% yang dikenakan Trump pada beberapa negara Amerika Latin.

"Seperti yang Anda ketahui, acara ini direncanakan karena apa yang mungkin terjadi kemarin selama presentasi yang disampaikan oleh presiden Amerika Serikat mengenai kerangka kerja perdagangan baru yang diusulkannya untuk seluruh dunia," katanya saat bicara kepada ribuan pendukung dan pejabat tinggi dari pemerintahannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beruntung, dan berkat hubungan kuat yang telah kami jalin dengan pemerintah Amerika Serikat melalui koordinasi dan kolaborasi, sesuatu yang sangat penting terjadi kemarin: pengakuan perjanjian perdagangan Amerika Serikat-Meksiko-Kanada, yang sangat penting saat ini," tambahnya.

Namun, seorang pejabat Gedung Putih yang memahami masalah tersebut mengatakan bahwa Kanada dan Meksiko tidak tunduk pada rezim tarif baru setelah menghadapi tarif lain. Sebagai informasi, tarif itu telah diterapkan Trump terhadap Meksiko dan Kanada untuk menekan dua negara itu agar mengambil tindakan lebih besar terhadap migrasi dan aliran fentanil ilegal ke AS.

Sebagai informasi, Trump memang telah mengumumkan tarif baru terhadap Meksiko, Kanada, dan China, pada Minggu (2/2). Trump saat itu menandatangani kebijakan ekonomi yang telah lama dijanjikannya di klub Mar-a-Lago miliknya.

Trump mengatakan tarif tersebut ditujukan untuk mengekang aliran obat-obatan terlarang dan imigran gelap ke AS. Trump saat itu mengumumkan keadaan darurat ekonomi nasional dengan menggunakan Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional yang dikenal sebagai 'IEEPA'. UU itu memberi wewenang kepada Presiden AS untuk mengelola impor secara sepihak selama keadaan darurat nasional.

Tarif itu awalnya direncanakan berlaku pada Selasa (4/2). Namun, Trump memutuskan menunda tarif untuk Kanada dan Meksiko sebagai imbalan atas penegakan hukum perbatasan di dua negara tetanggannya itu selama 30 hari. Sementara, tarif untuk China tetap berlaku sesuai jadwal.

Pada Rabu (2/4), Trump kembali mengumumkan tarif untuk barang impor dari berbagai negara. Tarif dasarnya ialah 10 persen, namun besarannya berbeda setiap negara. Trump mengatakan tarif itu sebagai timbal balik alias balasan terhadap negara-negara yang mengenakan tarif pada barang asal AS.

Hampir semua tempat di dunia terkena tarif timbal balik itu. Namun, Kanada, Meksiko dan Rusia tak termasuk dalam daftar.

Rusia sendiri telah terkena berbagai sanksi ekonomi dari AS karena perang di Ukraina. Sementara, Kanada dan Meksiko tak terkena tarif tambahan karena sudah terkena kebijakan tarif yang diumumkan Februari 2025.

Kondisi berbeda dialami China yang masih dikenai tarif timbal balik 34% meski sudah dikenai tarif 20% pada Februari 2025 sehingga total tarif untuk barang dari China yang masuk ke AS ialah 54%. Nah, kondisi ini yang membuat Meksiko merasa mendapat tindakan istimewa dari Trump.

Sheinbaum pun memuji Trump atas perlakuan istimewa terhadap Meksiko. Dia mengatakan Meksiko dan AS merupakan tetangga dan harus bekerja sama.

"Kita harus selalu menghargai kesediaan presiden Amerika Serikat untuk terlibat dalam dialog sehubungan dengan negara kita. Kita adalah tetangga, dan kita memiliki tanggung jawab untuk bekerja sama dan berkoordinasi," katanya.

(haf/imk)

Loading...

Hoegeng Awards 2025

Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial