Jakarta -
Monumen Nasional (Monas) menjadi salah satu tujuan wisata warga saat libur Lebaran. Warga juga mengunjungi Museum Sejarah Nasional yang berada di lantai dasar tugu Monas.
Museum Sejarah Nasional berada di bagian cawan tugu Monas. Di dalam museum ini terdapat sejumlah diorama yang menampilkan perjalanan sejarah Indonesia dari masa kerajaan dan sebelum kemerdekaan hingga setelah kemerdekaan.
Anto (45) pada Sabtu (5/4/2025), datang dari Tangerang, Banten. Dia mengajak anak-anaknya melihat diorama di Museum Sejarah Nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga Tangerang ini mengatakan anak-anak suka melihat diorama yang ada di museum. Dia mengaku sudah dua kali mengajak anaknya ke Museum Sejarah Nasional.
"Bagus, anak-anak senang. Foto-foto juga tadi," kata Anto di Museum Sejarah Nasional, Monas, Jakarta Pusat.
Mengunjungi Museum Sejarah Nasional tak sekadar wisata bagi Anto. Namun juga mengajarkan anak-anaknya tentang perjalanan Republik Indonesia.
"Buat belajar sejarah," imbuh dia.
Warga lainnya, Arif (37), datang dari Bekasi, Jawa Barat, bersama keluarganya. Arif menuturkan dirinya juga ikut belajar sejarah setelah berkeliling dan melihat diorama di Museum Sejarah Nasional.
"Saya dari Bekasi, ini sama anak-anak. Tadi lihat (diorama) itu dari zaman Majapahit, ada juga yang perang lawan Jepang. Iya sekalian belajar sejarah kan, saya juga jadi belajar sejarah lagi," kata Arif.
Foto: Museum Sejarah Nasional, Monas, Jakarta Pusat. (Maulana Ilhami Fawdi/detikcom)
Ada juga Syarifah (41) dari Bogor, Jawa Barat yang mengaku awalnya hendak menuju puncak Tugu Monas. Namun karena penuh, dia dan keluarga memutuskan untuk berkeliling di Museum Sejarah Nasional.
"Saya sama anak-anak saya, dari Bogor, tadi mau ke puncak itu, tapi penuh jadi ke sini aja," kata Syarifah.
Menurut Syarifah, diorama di Museum Sejarah Nasional bisa menunjukkan berbagai peran tokoh daerah di zaman perjuangan yang kini menjadi pahlawan nasional.
"Sekalian belajar sejarah, jadi anak saya tahu zaman sebelum kemerdekaan sama setelah kemerdekaan. Jadi pahlawan-pahlawan kayak Diponegoro, Pattimura, yang dari daerah-daerah juga banyak," ucapnya.
Foto: Museum Sejarah Nasional, Monas, Jakpus. (Maulana Ilhami Fawdi/detikcom)
Warga lainnya, Ichsan (46) mengatakan anak-anaknya bisa belajar sejarah lewat diorama yang ditampilkan. Salah satunya sejarah hari lahir TNI yang diawali dari pembentukan TKR.
"Bagus, ini kan belajar sejarah, anak-anak jadi tahu sejarah. Iya tadi itu kan ada hari lahir TNI 5 Oktober, sebelumnya kan namanya TKR, Tentara Keamanan Rakyat," kata warga asal Depok ini.
Menurutnya, belajar sejarah dengan medium diorama akan lebih dimengerti oleh anak-anak kecil.
"Iya sekalian belajar kan, dan ada diorama ini kan, anak-anak seneng, jadi kebayang gitu dulunya kayak gimana," katanya.
(aud/aud)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini