Jakarta -
Umat Muslim baru saja menyelesaikan ibadah puasa Ramadan dan merayakan Idulfitri 1446 Hijriah. Bagi yang memiliki utang puasa karena alasan tertentu, seperti sakit atau perjalanan jauh, diwajibkan untuk menggantinya.
Puasa qadha Ramadan adalah puasa pengganti yang wajib dilakukan bagi yang memiliki utang puasa. Puasa qadha dapat dilakukan segera setelah Ramadan, kecuali pada hari-hari yang diharamkan, seperti Hari Raya Idulfitri (1 Syawal), Hari Raya Iduladha (10 Zulhijah), dan hari-hari Tasyrik (11-13 Zulhijah).
Kapan Waktu Puasa Qadha Ramadan 2025?
Tidak ada batasan pasti untuk menjalankan puasa qadha Ramadan, asalkan belum masuk bulan Ramadan tahun berikutnya. Bagi yang ingin segera menggugurkan kewajiban tersebut, puasa qadha bisa dilakukan di bulan Syawal, setelah Ramadan. Tepatnya setelah 1 Syawal (Idulfitri).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengingat pemerintah Indonesia telah menetapkan 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Oleh karena itu, bagi yang hendak melaksanakan puasa qadha Ramadan bisa dimulai sejak tanggal 2 Syawal 1446 Hijriah yang bertepatan pada Selasa, 1 April 2025 dan seterusnya.
Menurut beberapa pendapat ulama, seperti dilansir BAZNAS dan NU Online, puasa qadha Ramadan di bulan Syawal dianjurkan untuk dilakukan sebelum atau sesudah Puasa Syawal, yaitu puasa sunnah enam hari di bulan Syawal, tergantung niat dan kemampuan masing-masing individu.
Panduan Pelaksanaan Puasa Qadha Ramadan
Niat puasa qadha Ramadan harus dilakukan sebelum fajar, karena ini merupakan puasa wajib yang berbeda dengan puasa sunnah yang boleh diniatkan di pagi hari jika belum makan atau minum.
Bacaan niat puasa qadha Ramadan adalah sebagai berikut:
- Arab: نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
- Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadha'i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta'ala
- Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT."
Tata cara pelaksanaan puasa qadha sama seperti puasa Ramadan, yaitu dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa.
Soal Keutamaan Menyegerakan Puasa Qadha
Menunda qadha puasa hingga sebelum Ramadan berikutnya tanpa alasan yang dibenarkan dapat menyebabkan kewajiban membayar fidyah, menurut sebagian ulama. Oleh karena itu, menyegerakan puasa qadha tidak hanya menyelesaikan tanggungan, tetapi juga menunjukkan kepatuhan terhadap perintah Allah SWT.
Puasa qadha Ramadan di bulan Syawal bisa menjadi momen yang baik untuk melengkapi ibadah setelah Ramadan. Dengan niat yang ikhlas dan kesungguhan, Muslim dapat menunaikan kewajiban sekaligus meraih pahala tambahan dari puasa sunnah.
Simak Video: Bagaimana Hukum Membayar Qadha Puasa untuk Orang yang Sudah Meninggal?
(wia/imk)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini