Seorang nelayan asal Indonesia bernama Sugianto (31) melakukan aksi heroik saat kebakaran hutan melanda salah satu desa di pesisir Korea Selatan (Korsel). Tindakan Sugianto itu menuai pujian dari warga Korsel.
Dilansir Korea JoongAng Daily, Yonhap dan Chosun, Rabu (2/4/2025), kebakaran hutan itu bermula di Desa Uiseong pada 22 Maret. Api terus menyebar hingga mencapai perbatasan barat Desa Yeongdeok sekitar pukul 6 sore waktu setempat pada 25 Maret.
Dalam 2 jam, api telah menyebar ke wilayah sisi timur desa. Situasi saat itu sangat kacau dengan listrik dan jaringan komunikasi yang lumpuh akibat kebakaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mayoritas warga desa diduga tak mendapat informasi bahwa api telah mendekat ke rumah-rumah mereka. Pada saat kebakaran semakin dekat, sekitar 60 penduduk di desa itu sedang berada di rumah atau bahkan sudah tertidur.
Kepala desa setempat, Kim Pil-Kyung (56), kemudian keluar rumah dan menuju sisi kanan dermaga karena mencium bau aneh. Sementara, kepala komunitas nelayan Yoo Myeong-shin (56) pergi ke sisi kiri dermaga dan Sugianto (31) pergi ke tengah untuk membangunkan warga.
"Kami sudah siarkan kepada mereka agar segera keluar, tetapi mereka tidak keluar juga. Jadi, kami bertiga membangunkan mereka dengan berteriak dan menyuruh mereka keluar," ujar Kim.
Melihat situasi semakin membahayakan, Sugianto akhirnya menggendong lansia yang sudah kesulitan berjalan. Ada tujuh orang lansia yang digendong secara bergantian oleh Sugianto.
Dia berlari sekitar 300 meter sambil menggendong lansia menjauh dari api dan menuju tempat aman. Hal itu dilakukannya bolak-balik hingga tujuh kali.
Tuai Pujian Warga
Dampak kebakaran hutan di Korsel (Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji)
"Nenek saya tidak bisa berjalan cepat, jadi saya harus pergi ke rumahnya setiap hari dan menggendongnya," ujar Sugianto usai kebakaran hebat terjadi.
Sugianto mengaku sempat ketakutan saat melihat salah satu toko dilalap api sambil menggendong seorang nenek di punggungnya. Wanita itu terbangun setelah mendengar teriakan 'Cepat! Cepat!'.
Sugianto sendiri sudah memiliki keluarga yang tinggal di Indonesia. Dia memiliki istri dan anak berusia 5 tahun. Sugianto akan kembali ke Indonesia dalam 3 tahun mendatang.
Dia mengatakan istrinya telah mengetahui cerita dirinya membantu warga desa. Dia menyebut istrinya bangga dengan tindakannya itu.
"Saya sangat menyukai Korea. Terutama, penduduk desa seperti keluarga," kata Sugianto.
Seorang penduduk Yeongdeok yang berusia 90-an mengatakan orang-orang mungkin telah meninggal jika bukan karena nelayan Indonesia itu. Dia merasa Sugianto seperti pahlawan tersembunyi di tengah kebakaran hutan dahsyat itu.
"Jika Sugianto tidak ada di sana, kami semua akan mati. Saya tertidur saat menonton televisi, dan ketika saya mendengar teriakan di luar tentang kebakaran, saya bangun dan melihat Sugianto di sana, dan saya dapat melarikan diri dari rumah saya berkat digendong di punggungnya," kata seorang warga berusia 90-an.
Tata letak desa, di mana rumah-rumah bergerombol di lereng pantai, membuat lansia sulit untuk mengungsi dengan cepat. Para lansia itu selamat karena digendong saat evakuasi.
Selain Sugianto, ada juga nelayan asal Indonesia lainnya bernama Leo yang membantu. Warga pun berterima kasih atas aksi heroik Yoo, Sugianto dan Leo hingga membuat mereka selamat dari kebakaran hutan.
Pemerintah Korsel Pertimbangkan Beri 'Hadiah'
Kebakaran hutan di Korea (Foto: AP/Yoon Gwan-shick)
Kementerian Kehakiman mengindikasikan mereka mengarahkan peninjauan untuk status penduduk tetap jangka panjang (F-2) dengan mempertimbangkan kontribusi Sugianto selaku warga negara asing dalam menyelamatkan banyak nyawa. Status penduduk tetap jangka panjang dapat diberikan oleh Menteri Kehakiman kepada mereka yang diakui telah berkontribusi signifikan bagi Korsel atau meningkatkan kepentingan publik.
Pertimbangan itu dilakukan menyusul aksi heroik Sugianto yang bekerja sebagai nelayan di Yeongdeok berlari bolak-balik sambil menggendong penduduk lansia ke tempat aman saat kebakaran hutan terjadi.
Menteri UKM dan Perusahaan Rintisan Oh Young-joo juga telah mengunjungi lokasi terdampak dan bertemu dengan nelayan yang menjadi penyelamat warga. Dia telah meminta pihak yang berwenang untuk membantu perpanjangan visa dan keperluan lain terhadap nelayan asing yang menolong warga.
(haf/haf)
Hoegeng Awards 2025
Baca kisah inspiratif kandidat polisi teladan di sini