Studi Dosen USU Temukan Potensi Kulit Manggis untuk Penyakit Ginjal

21 hours ago 3

CNN Indonesia

Kamis, 08 Jan 2026 17:00 WIB

Studi dosen FK USU baru-baru ini menemukan adanya potensi kulit manggis untuk membantu terapi penyakit ginjal. Ilustrasi. Studi dosen FK USU baru-baru ini menemukan adanya potensi kulit manggis untuk membantu terapi penyakit ginjal. (iStockphoto/abezikus)

Jakarta, CNN Indonesia --

Kulit buah manggis yang kerap dibuang sebagai limbah ternyata menyimpan potensi manfaat bagi penderita penyakit ginjal kronis.

Temuan itu berasal dari penelitian dosen Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU), Dr dr Almaycano Ginting, M Kes (ClinPath), SpPK.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penelitian tersebut dilakukan berangkat dari banyaknya kasus penyakit ginjal kronik yang baru terdeteksi saat sudah memasuki stadium lanjut.

"Kita mengamati bahwa penderita penyakit ginjal kronik, khususnya itu sering sekali terlambat diketahui. Jadi sudah sampai stadium 4, stadium 5 baru mereka mencari pertolongan ke rumah sakit, pemerintah, dan sebagainya," ujar Almaycano, mengutip detikhealth.

Ia menjelaskan, kulit manggis memiliki kandungan antioksidan dan antiinflamasi yang dinilai berpotensi membantu meredakan peradangan pada penderita penyakit ginjal kronis.

Melansir Verywellhealth, ekstrak manggis juga dapat meningkatkan kolesterol HDL. Kolesterol HDL sendiri memiliki fungsi melindungi dari penyakit jantung. Kesehatan jantung dapat memengaruhi fungsi ginjal

Lebih lanjut, Almaycano menilai kulit manggis bisa dimanfaatkan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pendampingan terapi.

"Kita ingin buktikan bagaimana untuk mereka yang menderita penyakit ginjal kronik. Apakah memang ini bermanfaat atau tidak, terdampak atau tidak, berpengaruh atau tidak. Makanya kita lakukan penelitian ini," katanya.

Penelitian tersebut merupakan bagian dari program doktoral Almaycano di bidang patologi klinis FK USU yang ia jalani sejak 2021. Hasil penelitian dipaparkan dalam sidang disertasi pada Rabu (7/1).

Selain membuka peluang pengobatan berbasis bahan alam, penelitian ini juga diharapkan dapat mengurangi limbah kulit manggis yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

"Harapannya, ke depan tentu tidak mudah orang membuang begitu saja kulit manggis. Sehingga kalau bisa dimanfaatkan tentu ini akan menjadi suatu upaya yang akan berdampak kepada kepentingan nasional, khususnya untuk tatalaksana penyakit ginjal kronik," ujarnya.

Almaycano berharap temuan ini dapat memberi harapan baru bagi penderita penyakit ginjal kronis agar tidak berkembang ke komplikasi yang lebih serius.

"Orang dengan penyakit ginjal kronik itu punya harapan baru, jangan mereka jatuh ke anemia yang nantinya berdampak ke penyakit kardiovaskular yang dapat menimbulkan kematian."

"Itulah salah satu kenapa saya ingin melakukan ini supaya berdampak kepada mereka yang menderita penyakit ginjal kronik," pungkasnya.

(fef/nga/fef)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial