Viral Larangan Bawa Tumbler di Restoran, Kamu Setuju?

1 day ago 2

CNN Indonesia

Rabu, 07 Jan 2026 15:15 WIB

Setelah heboh tumbler hilang di kereta, kini viral larangan membawa tumbler di restoran. Ilustrasi. Viral di media sosial soal larangan bawa tumbler di restoran. Netizen pun punya pendapat beragam. (Tyas Arini)

Jakarta, CNN Indonesia --

Di media sosial muncul diskusi hangat soal larangan membawa tumbler ke sebuah restoran. Netizen terbelah. Ada yang sepakat tapi tak sedikit yang protes. Kalau kamu gimana?

Topik obrolan soal botol air minum alias tumbler seperti tak ada habisnya. Setelah heboh tumbler hilang di kereta, kini viral larangan membawa tumbler di restoran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebuah akun X mengangkat topik ini yang kemudian menjadi diskusi hangat di kalangan netizen. Dalam sebuah papan pengumuman yang diunggah, terlihat restoran menyediakan tempat penitipan tumbler.

Terpantau ratusan akun pengguna X 'nimbrung' turut dalam diskusi. Sebagian merasa aturan itu aneh pasalnya tumbler 'hanya' berisi air putih, bukan minuman lain.

Kemudian ada yang menimpali bahwa harga air putih di restoran atau kafe dirasa tidak masuk akal. Karena harganya mahal dengan ukuran yang tidak sepadan, orang pun memilih membawa tumbler sendiri.

"Sebenarnya enggak apa-apa tapi harga dan ukuran botol air mineralnya yang wajar aja. Air putih harga Rp10 ribu tapi ukuran 220 ml," keluh salah satu pengguna X.

"Masalahnya air putih 300 ml harganya Rp10 ribu," timpal yang lain.

"Kebanyakan restoran jual air putih 300 ml harganya dua kali lipat harga botol 600 ml," komentar salah satu pengguna X.

Sementara itu, ada yang memberikan pendapat berbeda. Beberapa menilai aturan tersebut diterapkan untuk menjaga kebersihan dan keamanan pangan (food safety) dan berkaitan dengan sertifikasi halal.

"Selain karena profit, mungkin buat mencegah kontaminasi dari minuman yang dari tempat mereka. Kalau ada keracunan, yang disalahkan restorannya," kata seorang pengguna X.

"Kalau dari POV pemilik usaha terutama yang udah bersertifikat halal, kayaknya wajar larangan bawa tumbler. Kita enggak tahu isian tumbler itu apa, kalau isian air non-halal gimana?" ujar yang lain.

Di sisi lain, beberapa berkomentar bahwa masih ada restoran dan kafe yang menyediakan air putih gratis. Selain itu, ada pula yang mengusulkan jalan tengah dengan menyediakan air putih dengan harga yang lebih wajar atau menyediakan refill air putih berbayar.

Menurut beberapa pengguna X, kebiasaan membawa tumbler sendiri sebaiknya tetap dilakukan. Selain memenuhi kebutuhan cairan harian, kebiasaan ini juga ramah lingkungan sebab mengurangi sampah botol plastik.

(els)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial