Kemlu Ungkap Kondisi WNI saat Demo Besar-besaran di Iran

21 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) mengungkapkan kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Iran saat negara tersebut dilanda demonstrasi besar-besaran.

Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah mengatakan sejauh ini belum ada informasi warga Indonesia terkena dampak imbas demo itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"So far belum ada laporan WNI yang terdampak dan kondisi WNI masih baik di sana. Data per Juni 2025 ini WNI kita di sana sebanyak 384," kata Heni saat konferensi pers di Gedung Palapa, Kemlu, pada Kamis (8/1).

Sementara itu, juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Teheran mengimbau warga negara Indonesia di Iran untuk tetap waspada dan menghindari kerumunan massa.

"Dan yang pasti, penting itu, membawa kartu identitas saat bepergian dan terus menghubungi hotline KBRI Teheran jika membutuhkan sesuatu," ujar Yvonne dalam konferensi pers itu.

Sejak akhir Desember lalu, Iran dilanda demonstrasi besar-besaran. Warga kecewa karena inflasi yang begitu tinggi di negara itu. Dalam unjuk rasa ini, pihak berwenang menggunakan kekuatan berlebih dalam merespons massa.

Isu demo kemudian meluas hingga menuntut perubahan rezim Ali Khamenei. Kini protes berlangsung di 27 provinsi dan ribuan orang ditangkap.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sudah berupaya meredam protes dengan mendorong dialog dan menggenjot pemulihan ekonomi.

Namun, Khamenei meminta pedemo "ditempatkan pada tempatnya" membuat warga kian murka dan justru mendesak pergantian pemerintahan.

Demo di Iran semakin tak terbendung setelah Amerika Serikat melancarkan agresi ke Venezuela pada 3 Januari lalu. Pada Senin (5/1), Presiden AS Donald Trump mengindikasikan negara Timur Tengah ini akan menjadi target dia berikutnya.

Foto Trump memegang topi hitam bertuliskan "Make Iran Great Again" diunggah oleh Senator AS Lindsey Graham di X, yang menurut para pengamat menunjukkan bahwa Iran sudah berada dalam radar Trump.

(isa/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial