Jakarta, CNN Indonesia --
Pabrikan ponsel realme kembali berada di bawah naungan Oppo usai lepas dari perusahaan tersebut selama lebih dari 7 tahun.
Pengumuman kembalinya realme menjadi sub-brand di Oppo ini disampaikan pada Rabu (7/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip Reuters, langkah ini disebut bertujuan untuk menggabungkan sumber daya dan mengurangi biaya bagi kedua perusahaan yang memiliki induk perusahaan yang sama.
Smartphone realme sendiri saat ini dijual di sejumlah negara seperti India, Asia Tenggara termasuk Indonesia, dan Eropa. Realme dimiliki oleh raksasa perangkat keras konsumen China, BBK Electronics, yang juga memiliki merek smartphone Oppo dan Vivo.
Dalam sebuah laporan yang dikutip dari GSM Arena, pendiri dan CEO realme, Sky Li, akan tetap memegang tanggung jawabnya dan akan memimpin sub-merek realme di bawah manajemen Oppo dalam penyesuaian organisasi ini.
Laporan ini juga menyebut Oppo berencana untuk memperkuat kolaborasi internal antara Oppo, realme, dan merek anak perusahaan lainnya, OnePlus, sambil juga meningkatkan pengelolaan sumber daya dan strategi ekspansi global Oppo.
Di bawah manajemen baru, Oppo akan berperan sebagai merek utama, sementara OnePlus dan Realme akan beroperasi sebagai sub-merek pelengkap dengan strategi pemasaran masing-masing.
Langkah ini disebut tidak akan mempengaruhi peluncuran produk realme di masa depan, dengan semua perangkat yang akan datang direncanakan untuk dirilis sesuai jadwal.
Menurut laporan terbaru, realme juga akan diintegrasikan ke dalam sistem layanan purna jual Oppo, yang juga mencakup lebih dari 5.000 toko fisik di seluruh China.
Realme awalnya merupakan sub-brand Oppo pada Mei 2018 dan kemudian beralih menjadi merek independen pada tahun yang sama.
BBK Electronics sendiri bubar pada 2023 dan digantikan oleh entitas independen seperti Oppo, vivo, dan imoo.
(lom/dmi)

21 hours ago
2





























