Jakarta, CNN Indonesia --
Arab Saudi menyatakan berhak untuk bertindak secara militer terhadap Iran dan kepercayaan apa pun terhadap Teheran telah hancur.
Menteri Luar Negeri Saudi, Faisal bin Farhan, menuduh Iran melakukan "tindakan permusuhan" terencana terhadap negara-negara tetangganya, baik secara langsung maupun melalui berbagai proksi regional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tekanan dari Iran ini akan menjadi bumerang secara politik dan moral, dan tentu saja kami berhak untuk mengambil tindakan militer jika dianggap perlu," kata Farhan, seperti dilansir Reuters.
Dia mengatakan Riyadh mengutamakan jalur diplomasi. Namun jika Iran tidak segera berhenti, Farhan mengatakan hampir tidak ada yang dapat membangun kembali kepercayaan dengan Iran.
Sebelumnya militer Saudi menembakkan rudal pencegat untuk menghalau serangan yang menargetkan pertemuan para menteri luar negeri Turki, UEA, Yordania, Qatar, dan Suriah.
Selain itu, fasilitas minyak dan gas milik Qatar, UEA, dan Arab Saudi juga menghadapi serangan pada Rabu (18/3), setelah Iran meluncurkan serangan balasan terhadap gempuran di ladang gas utama South Pars.
Arab Saudi telah diserang oleh ratusan rudal dan drone Iran sejak awal konflik. Namun serangan pada Rabu kemarin menandai pertama kalinya banyak orang di kota itu mendengar ledakan dan menerima pesan peringatan teks.
Arab Saudi dan Iran membangun kembali hubungan diplomatik pada tahun 2023, sebagai bagian dari upaya untuk meredakan ketegangan, setelah bertahun-tahun permusuhan yang membuat mereka mendukung faksi politik dan militer yang berlawanan di kawasan tersebut.
(dna)
Add
as a preferred source on Google

9 hours ago
1

























