Bukan Sekadar Hobi, Berenang Terbukti Tingkatkan IQ dan Fokus Anak

24 minutes ago 3

CNN Indonesia

Rabu, 20 Mei 2026 06:00 WIB

Studi ungkap berenang stimulasi protein BDNF yang dukung kecerdasan, memori, hingga kontrol emosi anak sejak usia dini. Ilustrasi. Berenang ternyata bagus untuk perkembangan otak anak. (iStock/tylim)

Jakarta, CNN Indonesia --

Les renang kini bukan sekadar aktivitas tambahan bagi anak. Berenang terbukti berkaitan erat dengan perkembangan otak, mulai dari kemampuan fokus, daya ingat, hingga fungsi kognitif pada anak usia dini.

Aktivitas di dalam air memberikan stimulasi pada tubuh dan otak secara bersamaan. Lantas, benarkah berenang bisa membantu anak menjadi lebih pintar?

Sejumlah studi terbaru menemukan bahwa olahraga air dapat membantu perkembangan executive function otak, yaitu kemampuan yang berhubungan dengan konsentrasi, kontrol emosi, memori kerja, serta kemampuan menyelesaikan masalah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir jurnal Frontiers in Public Health, anak usia prasekolah yang mengikuti program berenang selama delapan minggu mengalami peningkatan skor IQ dan kemampuan keseimbangan tubuh dibandingkan kelompok anak yang hanya menjalani aktivitas fisik biasa.

Menariknya, peningkatan lebih besar ditemukan pada anak yang berenang bersama orang tua. Peneliti menilai interaksi selama aktivitas air memberikan stimulasi tambahan bagi perkembangan mental dan emosional anak.

Manfaat berenang tidak hanya berasal dari gerakan fisik, tetapi juga dari pengalaman sensorik dan interaksi sosial yang terjadi selama latihan.

Mengapa olahraga air memengaruhi otak?

Para ahli menyebut berenang sebagai salah satu aktivitas fisik yang paling kompleks bagi tubuh anak. Saat berenang, anak tidak hanya bergerak, tetapi juga harus mengatur napas, menjaga koordinasi tubuh, merespons lingkungan air, sekaligus mempertahankan keseimbangan.

Aktivitas aerobik seperti berenang juga diketahui membantu meningkatkan aliran darah dan oksigen ke otak. Kondisi ini penting untuk mendukung pertumbuhan koneksi antarsel saraf.

Selain itu, olahraga air dapat merangsang produksi Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), yaitu protein yang berperan penting dalam perkembangan dan fleksibilitas otak. BDNF sering dikaitkan dengan kemampuan belajar, daya ingat, hingga proses neuroplasticity atau kemampuan otak membentuk koneksi baru.

Membantu fokus dan kontrol emosi

Manfaat ini juga ditemukan dalam studi pada anak dengan autism spectrum disorder (ASD). Melansir Science Direct, penelitian mengenai aquatic exercise selama 12 minggu menemukan adanya peningkatan pada beberapa fungsi penting otak, seperti inhibitory control atau kemampuan mengontrol impuls, fleksibilitas berpikir, serta peningkatan kadar BDNF.

[Gambas:Video CNN]

Sederhananya, kemampuan tersebut membantu anak lebih fokus, mudah beradaptasi, dan lebih baik dalam mengelola respons terhadap situasi tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari, fungsi ini berkaitan dengan kemampuan anak untuk berkonsentrasi saat belajar, mengikuti instruksi, hingga mengatur emosi.

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak penelitian menunjukkan hubungan erat antara aktivitas fisik dan perkembangan otak anak. Olahraga rutin terbukti berkaitan dengan peningkatan:

• Fungsi eksekutif otak

• Memori kerja

• Atensi atau perhatian

• Prestasi akademik.

Berenang dinilai memiliki kombinasi manfaat yang unik karena melibatkan hampir seluruh anggota tubuh, sekaligus memberikan stimulasi sensorik yang berbeda dibandingkan olahraga lain.

Meski begitu, para ahli menekankan bahwa berenang bukan satu-satunya faktor penentu kecerdasan anak. Perkembangan otak tetap dipengaruhi oleh banyak hal lain, seperti kualitas tidur, kecukupan nutrisi, stimulasi belajar, hubungan emosional dengan orang tua, hingga faktor lingkungan sehari-hari.

(anm/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial