Sejarah Hari Kebangkitan Nasional dan Tokoh Pentingnya

31 minutes ago 3

hdr | CNN Indonesia

Rabu, 20 Mei 2026 06:00 WIB

Hari Kebangkitan Nasional diperingati setiap 20 Mei sebagai momentum lahirnya semangat persatuan dan nasionalisme bangsa. Ilustrasi. Hari Kebangkitan Nasional. (Astari Kusumawardhani)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Setiap tanggal 20 Mei, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional. Momentum ini menjadi tonggak penting bagi bangsa Indonesia untuk menjunjung semangat nasionalisme dan kesadaran berbangsa.

Lantas, bagaimana sejarah Hari Kebangkitan Nasional tersebut?

Dalam buku Rekam Jejak Dokter Pejuang & Pelopor Kebangkitan Nasional, Hari Kebangkitan Nasional tidak bisa dipisahkan dari organisasi Budi Utomo yang didirikan pada 20 Mei 1908.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai organisasi modern pertama yang lahir di Indonesia, perkumpulan ini menjadi cikal bakal tumbuhnya kesadaran masyarakat akan pentingnya nilai-nilai persatuan dan gagasan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Adapun pendirian organisasi Budi Utomo dipelopori oleh sejumlah tokoh, seperti dr. Sutomo, dr. Cipto Mangunkusumo, dan beberapa tokoh penting lainnya.

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional

Menilik jurnal yang ditulis Husaini Husda bertajuk Rekonstruksi Sejarah Kebangkitan Nasional, sejarah Hari Kebangkitan Nasional tidak dapat dipisahkan dari kondisi sosial dan ekonomi bangsa Indonesia yang memburuk akibat eksploitasi kolonial, politik liberal, dan politik etis pada abad ke-19.

Belanda yang kala itu menjajah Indonesia memperoleh banyak keuntungan. Sementara di sisi lain, bangsa Indonesia mengalami kemelaratan. Pada momen inilah dr. Wahidin Sudirohusodo, lulusan STOVIA (sekolah kedokteran yang didirikan pemerintah Belanda), melakukan propaganda keliling Pulau Jawa.

Kala itu, gagasan dr. Wahidin Sudirohusodo cukup berani, yakni mengajak mahasiswa mendirikan organisasi yang bertujuan memajukan derajat bangsa. Ide ini kemudian diterima dan dikembangkan oleh Sutomo dan kawan-kawan untuk mendirikan organisasi Budi Utomo di Jakarta pada 20 Mei 1908.

Seiring perkembangannya, Budi Utomo semakin diminati banyak pelajar. Meski demikian, organisasi ini tidak bergerak di bidang politik, melainkan fokus pada pendidikan dan kebudayaan.

Kehadiran Budi Utomo yang dimulai pada 20 Mei 1908 menjadi cikal bakal lahirnya Hari Kebangkitan Nasional yang hingga kini terus diperingati setiap tahun.

Kapan Hari Kebangkitan Nasional ditetapkan?

Penetapan Hari Kebangkitan Nasional diinisiasi Presiden Soekarno pada 20 Mei 1948 di Istana Kepresidenan Yogyakarta. Sosok yang dikenal dengan sebutan Bung Karno itu merasa khawatir akan terjadinya perpecahan antargolongan di Indonesia.

Atas usulan Ki Hajar Dewantara, Soekarno kemudian memutuskan sekaligus menetapkan tanggal berdirinya Budi Utomo, yakni 20 Mei, sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Hal ini kemudian dipertegas melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 1 Tahun 1985 tentang Penyelenggaraan Peringatan Hari Kebangkitan Nasional.

Dalam Pasal 1 Keppres tersebut tertulis:

"Penyelenggaraan peringatan Hari Kebangkitan Nasional setiap tanggal 20 Mei dilakukan dengan acara yang bertujuan menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memperkuat kepribadian bangsa, mempertebal rasa harga diri dan kebanggaan nasional, serta mempertebal jiwa persatuan dan kesatuan nasional."

Tokoh-tokoh Kebangkitan Nasional

• dr. Sutomo, pendiri Budi Utomo

• dr. Wahidin Sudirohusodo, penggagas organisasi untuk mencerdaskan pemuda dan memajukan derajat bangsa

• Ki Hajar Dewantara, pelopor pendidikan bagi kaum pribumi

• dr. Cipto Mangunkusumo, dokter yang juga menjadi salah satu pendiri Budi Utomo

• Douwes Dekker, pendiri Indische Partij, partai politik pertama yang bertujuan memerdekakan Indonesia dari Belanda

• H.O.S. Tjokroaminoto, pemimpin Sarekat Islam yang berperan menggerakkan massa mendukung nasionalisme dan antikolonialisme

Demikian ulasan mengenai sejarah Hari Kebangkitan Nasional. Hingga kini, Harkitnas terus diperingati setiap 20 Mei sebagai pengingat akan pentingnya persatuan dan semangat kebangsaan.

(hdr/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial