Bos Danantara Sebut Cuan Saham Emiten BUMN di Atas 10 Persen

47 minutes ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara Rosan P Roeslani menilai saham-saham BUMN yang tercatat di pasar modal masih menarik untuk investasi jangka panjang.

Menurutnya, sejumlah emiten pelat merah bahkan mampu memberikan keuntungan (yield) di atas 10 persen.

Hal ini disampaikan Rosan saat menyambangi Bursa Efek Indonesia bersama Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan Kepala BP BUMN Dony Oskaria pada Selasa (19/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita lihat bahwa BUMN yang ada di bursa, kalau kita lihat secara satu persatu, contohnya Himbara ataupun mineral kita, itu yield-nya juga sangat baik di atas 10-11 persen," ujar Rosan dalam konferensi pers.

Rosan mengatakan pendekatan investasi yang dilakukan Danantara tidak berorientasi jangka pendek. Ia menegaskan pihaknya lebih fokus melihat fundamental perusahaan dan prospek jangka panjang pasar modal Indonesia.

"Kalau kita lihat investasi di bursa buat kami di Danantara ini adalah investasi jangka panjang," katanya.

Ia juga mengapresiasi langkah Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia dalam memperbaiki kualitas pasar modal nasional. Menurut Rosan, berbagai penyempurnaan regulasi dan tata kelola akan memperkuat kepercayaan investor terhadap bursa Indonesia.

"Saya mesti kasih apresiasi ke OJK dan juga ke bursa dengan beberapa alternative action-nya dalam rangka terus menyempurnakan bursa kita menjadi lebih baik, lebih transparan, lebih governance," jelasnya.

Rosan menilai proses perbaikan tersebut menunjukkan pasar modal Indonesia bergerak ke arah yang benar. Karena itu, ia optimistis minat investor domestik maupun asing akan terus meningkat ke depan.

"Nah, tentunya memang dari investor dalam maupun luar negeri, proses ini kan sudah we are heading on the right direction," katanya.

Menurutnya, secara fundamental dan valuasi harga, saham-saham BUMN saat ini masih memiliki prospek yang menarik. Hal itu terutama berlaku untuk investasi jangka menengah hingga panjang.

"Baik secara fundamental maupun pricing dari saham-saham terutama saham BUMN kita yang ada di bursa itu akan membuat yield jangka menengah panjang yang baik, yang above 10-11 persen," terang Rosan.

Ia menyebut tingkat imbal hasil tersebut sangat kompetitif dibandingkan instrumen investasi lainnya. Rosan pun yakin pasar modal Indonesia akan terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang.

"Which is menurut kami itu sangat-sangat baik. Nah, tentunya kalau kembali lagi kita punya keyakinan bahwa Inilah proses untuk kita menjadi lebih baik" katanya.

Rosan menambahkan Danantara tidak melihat pergerakan pasar secara harian maupun bulanan. Ia percaya pertumbuhan pasar modal Indonesia akan terlihat dalam horizon jangka panjang.

"Approach kita itu bukan harian, bukan bulanan, approach kita itu jangka panjang. Saya sangat meyakini bahwa ke depannya dalam jangka panjang, bursa kita ini akan terus bertumbuh baik dari segi market kapitalisasinya, emitennya, dan juga investornya," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial