CNN Indonesia
Senin, 05 Jan 2026 08:10 WIB
Ilustrasi. Tesla tak lagi jadi penjual mobil listrik terbesar di dunia. (Tesla)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tesla tak lagi jadi penjual mobil listrik terbesar di dunia. Posisinya disalip oleh produsen mobil listrik asal China, BYD.
Melansir Al Jazeera, pada Jumat (2/1), Tesla melaporkan telah menjual 1,64 juta kendaraan pada 2025. Angka ini jauh di bawah BYD yang berhasil mencatat 2,26 juta penjualan.
Penjualan Tesla tahun ini juga dilaporkan menurun 9 persen dari tahun 2024.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tesla, yang didirikan pada 2003 lalu, selama bertahun-tahun telah menjadi 'raja' produsen mobil listrik. Namun, kemunculan banyak pesaing, seperti China, membuat posisinya terus terancam.
Belum lagi deretan kontroversi yang menimpa si empunya Tesla, Elon Musk. Dukungan Musk terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Departemen Efisiensi Pemerintah AS (DOGE) pada tahun 2024 terbukti ikut berpengaruh. Manuver politik itu memicu protes dan penurunan penjualan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjualan Tesla pada kuartal keempat 2025 mencapai 418,227 unit. Angka ini jauh di bawah target yang ditetapkan sebelumnya, yakni 440 ribu unit.
Musk meninggalkan DOGE pada Mei lalu sebagai upaya untuk meyakinkan para investor. Namun, upayanya tampak tak membuahkan hasil.
Tesla juga terpukul keras oleh berakhirnya kredit pajak sebesar US$7.500 (sekitar Rp125,3 juta) untuk pembelian kendaraan listrik pada September lalu yang ditetapkan oleh Donald Trump. Penentangan Trump terhadap kendaraan listrik memicu ketegangan hubungan di antara keduanya.
Tapi, terlepas dari tren penjualan yang menurun, para investor secara umum tetap optimistis terhadap Tesla dan ambisi Musk untuk menjadikannya sebagai pemimpin dalam layanan taksi robot otonom dan robot humanoid untuk rumah tangga.
(asr)

18 hours ago
3



















