Jakarta, CNN Indonesia --
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin membeberkan kunci memenangi laga tegang melawan Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju dalam babak pertama All England 2026.
Raymond/Joaquin langsung tertekan ketika menjalani debut di turnamen badminton tertua di dunia. Pasangan muda Indonesia itu terlihat tidak langsung 'nyetel' dengan situasi. Hyuk/Ju pun memanfaatkan kondisi.
Setelah kalah 17-21 pada gim pertama, pasangan juara Australia Open 2025 itu kemudian bangkit pada gim kedua dan berbalik menang 21-12.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada gim ketiga, Raymond/Joaquin sempat tertinggal dan kemudian memimpin hingga empat poin. Menjelang poin kritis, pasangan yang beda angkatan di pelatnas PBSI itu justru tersandung.
Dari unggul 16-12, skor menjadi imbang. Setelah skor 19-19, Raymond/Joaquin bisa meraih dua poin krusial yang menggaransi tiket ke babak kedua.
"Setelah tertinggal 8-11 di interval gim ketiga, kami coba lebih meyakinkan diri bahwa kami belum kalah jadi fokusnya bagaimana bisa dapat satu poin demi satu poin dan akhirnya bisa ambil 7-8 poin beruntun."
"Di poin 19-19 coba spekulasi dengan flick servis, nekat saja dan puji Tuhan berhasil," ungkap Joaquin soal momen menegangkan di gim penentuan.
Raymond pun menimpali dengan menyebutkan hal-hal yang membuat laga berlangsung naik-turun bagi pasangan peringkat 17 dunia tersebut.
"Pasti puji Tuhan bisa selesaikan pertandingan tanpa cedera dan masih diberi kemenangan oleh Tuhan. Di gim pertama kami belum terbiasa dengan kondisi lapangan yang kalah angin jadi belum bisa mengontrol."
"Di gim kedua kami sudah tahu harus bagaimana cara bermainnya dan berlanjut di gim ketiga yang sempat tertinggal lalu balik unggul. Di akhir mungkin kami sedikit hilang fokus dan lawan mengubah bola pertama dan keduanya jadi kami cukup keteteran," jelas Raymond.
Di luar soal pertandingan, kedua pebulutangkis harapan bangsa ini mengaku terkesan dengan suasana berbeda turnamen yang berlangsung di Inggris tersebut.
"Atmosfer All England memang berbeda dengan turnamen lainnya, warna karpetnya juga abu-abu jadi terasa sangat berbeda," kata Raymond. "Sangat luar biasa bisa bermain di arena All England yang semegah ini," ucap Joaquin menimpali.
(nva/abs)

3 hours ago
1


























