Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah pemimpin Irak, termasuk ulama berpengaruh Moqtada al-Sadr, berduka atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan besar-besaran oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2).
The Coordination Framework, aliansi pemerintahan kelompok-kelompok Syiah, menyebut Ayatollah Ali Khamenei sebagai pemimpin syuhada. Mereka sangat terpukul atas kematian Khamenei.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Darahnya akan tetap menjadi cahaya penuntun bagi semua generasi, dan kutukan akan terus menghantui Zionis pembunuh selamanya," kata aliansi tersebut dalam keterangan resminya, Minggu (1/3), melansir AFP.
Al-Sadr mengatakan dalam sebuah pernyataan, "kami menyampaikan belasungkawa kepada dunia Islam," dan mengumumkan masa berkabung selama tiga hari.
Sebelumnya, pihak berwenang Iran lewat media semi pemerintah setempat, Fars, telah mendeklarasikan masa berkabung usai Pemimpin Tertinggi mereka Ayatollah Ali Khamenei resmi dinyatakan tewas.
Khamenei tewas dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel ke wilayah Iran pada Sabtu (28/2).
Media semi pemerintah Iran, Fars, yang dikutip Al Jazeera melaporkan pemerintahan Iran mendeklarasikan 40 hari berkabung dan tujuh hari libur nasional
Selain Fars, Stasiun Televisi pemerintah Iran IRIB turut melaporkan informasi soal kematian Ali Khamenei setelah serangan habis-habisan AS-Israel ke Iran.
"Pemimpin tertinggi Iran telah syahid," demikian laporan IRIB, dikutip CNN, Minggu (1/3).
(dmi/dmi)

1 hour ago
1























