Jakarta, CNN Indonesia --
Serangan udara Israel dan Amerika Serikat (AS) ke wilayah Iran sejak Sabtu (28/2), membuat wilayah udara negara tersebut kosong melompong dari penerbangan pesawat sipil.
Berdasarkan pantauan aplikasi FlightRadar24 pada Minggu (1/3) pukul 12.38 WIB, terlihat bahwa wilayah udara Iran, Irak, Kuwait, Suriah, hingga Israel sepi dari penerbangan. Sementara, di wilayah udara lainnya penerbangan tampak cukup padat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini sudah terjadi sejak serangan hari pertama pada Sabtu (28/2). Kondisi serupa kembali terjadi pada Minggu (1/3).
Amerika Serikat (AS) dan sekutu kesayangannya, Israel, menggempur habis-habisanIran pada Sabtu (27/2) usai negosiasi nuklir gagal mencapai kesepakatan.
Organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah Iran melaporkan serangan kedua negara itu menyasar 20 dari 31 provinsi di Iran.
Imbas serangan tersebut, Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami dan Komandan Angkatan Bersenjata Korps Iran (IRGC) Mohammed Pakpour juga tewas.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Trump meyakini pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei ikut tewas dalam serangan mereka.
"Ali Khamenei sudah tewas. Ini adalah peluang tunggal terbesar bagi rakyat Iran untuk merebut kembali negara mereka," kata Presiden AS Donald Trump, dikutip Reuters.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim serangan tersebut demi menghilangkan ancaman terhadap Negeri Paman Sam.
"Operasi skala besar yang sedang berlangsung demi membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman nyata," kata Trump pada Sabtu, dikutip NPR.
(dmi/dmi)

1 hour ago
1























