CNN Indonesia
Rabu, 04 Mar 2026 12:20 WIB
Hamish Daud menyebut dirinya akan menjalani ibadah umrah selama seminggu. (Ismail/Detikcom)
Jakarta, CNN Indonesia --
Hamish Daud mengatakan dirinya akan tetap berangkat ibadah umrah, meski situasi di Timur Tengah masih berkecamuk dan ada imbauan Kementerian Haji dan Umrah untuk menunda perjalanan umrah demi keamanan.
Menurut Hamish, dirinya menyadari situasi yang terjadi terkait Perang Iran vs Israel-Amerika Serikat. Namun biro perjalanannya mengatakan situasi masih memungkinkan untuk jalan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Situasi memang kurang ini ya, kurang bagus. I don't know, cuman pas omong sama travel agent di situ katanya aman-aman saja," kata Hamish seperti diberitakan detikHot pada Rabu (4/3).
"[Perang Iran vs Israel-Amerika] itu kan beda, beda lokasi dan saya selalu pantau dan belum ada pengumuman dari pemerintah di sini. Jadi so far sih so good, belum ada yang cancellation," jelasnya.
Hamish menyebut dirinya akan menjalani ibadah umrah selama seminggu. Ia akan berangkat sendirian tanpa ditemani keluarga karena ingin beribadah secara privat. Ia pun hanya berharap situasinya membaik dan tetap aman.
"Yeah, I just wanna, yeah, I just wanna go there and just clear my head," ujar Hamish Daud. "Iya mudah-mudahan aman semuanya ya."
Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI sebelumnya resmi mengimbau para calon jemaah umrah untuk menunda jadwal keberangkatan ke Makkah dan Madinah di Arab Saudi dalam waktu dekat.
Langkah preventif ini karena gejolak keamanan di kawasan Timur Tengah imbas Perang Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan imbauan penundaan ini dikeluarkan sebagai bentuk kehati-hatian negara untuk memprioritaskan keselamatan dan keamanan Warga Negara Indonesia (WNI).
Jemaah umrah yang sedang menunaikan ibadah umrah juga diingatkan untuk terus berkoordinasi dengan kantor urusan haji, Konsul Jenderal (konjen), hingga perwakilan Pemerintah Indonesia di Arab Saudi.
AS dan Israel meluncurkan serangan bersama pada 28 Februari. Imbas bombardir ini, pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas. Pada hari yang sama Iran langsung meluncurkan serangan balasan. Namun, saat itu mereka belum mengonfirmasi kematian Khamenei.
Keesokan harinya atau pada Minggu, Iran baru mengumumkan kematian Khamenei. Pasukan Garda Revolusi Islam membalas dengan menggempur Israel dan aset militer AS di Timur Tengah.
Sejumlah lokasi pangkalan militer AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, Qatar, Irak, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab ikut kena serangan rudal balasan dari Iran. Perang itu menyebabkan berbagai penerbangan dan bandara di kawasan tersebut ditutup.
(end)

14 hours ago
2

















