Ini Batas Aman Konsumsi Santan Agar Tetap Sehat

3 hours ago 3

CNN Indonesia

Minggu, 22 Mar 2026 17:35 WIB

Santan memberi rasa gurih pada makanan, tetapi tinggi lemak jenuh. Simak batas aman konsumsinya agar tetap sehat. Ilustrasi. Manis dan gurih, tapi minum santan tetap ada batasannya agar tetap sehat. (iStockphoto)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Santan sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan agar tetap aman bagi kesehatan. Pasalnya, bahan makanan ini mengandung lemak jenuh dalam jumlah cukup tinggi.

Di Indonesia, santan menjadi bahan penting dalam berbagai hidangan khas, mulai dari opor, rendang, hingga gulai yang identik dengan perayaan Lebaran. Rasa gurih dan tekstur kental yang dihasilkan santan membuat banyak orang sulit menolak makanan bersantan.

Namun, santan kental yang umum digunakan untuk memasak mengandung lemak jenuh dalam jumlah cukup besar. Karena itu, penting memahami batas konsumsi yang aman agar tetap bisa menikmati hidangan bersantan tanpa mengorbankan kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir Texas Real Food, American Heart Association menyarankan agar konsumsi lemak jenuh dibatasi kurang dari sekitar 6 persen dari total asupan kalori harian.

Santan sendiri merupakan hasil perasan daging kelapa yang dicampur air. Bahan ini dikenal mampu memberi tekstur kental sekaligus rasa gurih pada berbagai masakan. Meski demikian, kandungan nutrisinya bisa berbeda tergantung jenis santan yang digunakan.

Kandungan santan sesuai jenisnya

Mengutip Nutri, santan kental yang biasa dijual dalam kemasan kaleng atau digunakan untuk memasak memiliki kandungan lemak dan kalori jauh lebih tinggi dibandingkan santan cair atau minuman kelapa dalam kemasan karton.

Dalam satu cangkir santan kental, kandungan lemaknya dapat mencapai lebih dari 50 gram dengan kalori sekitar 500 kalori.

Sebaliknya, minuman santan dalam kemasan karton umumnya lebih encer karena telah dicampur air. Hal ini membuat kandungan lemak dan kalorinya jauh lebih rendah. Beberapa produk bahkan diperkaya dengan vitamin atau mineral seperti kalsium dan vitamin D.

Meski memberikan cita rasa gurih yang khas, konsumsi santan berlebihan-terutama santan kental-dapat menimbulkan sejumlah risiko kesehatan.

Risiko konsumsi santan berlebihan

1. Tinggi lemak jenuh

Santan mengandung asam laurat, salah satu jenis lemak jenuh. Lemak ini memang dapat meningkatkan kolesterol baik (HDL), tetapi juga berpotensi menaikkan kolesterol jahat (LDL) jika dikonsumsi berlebihan.

Dalam jangka panjang, kadar kolesterol tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

2. Kalori sangat tinggi

Kandungan lemak yang besar membuat santan juga tinggi kalori. Jika digunakan dalam jumlah banyak tanpa diimbangi pola makan sehat dan aktivitas fisik, santan dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan.

3. Gangguan pencernaan pada sebagian orang

Sebagian orang dapat mengalami gangguan pencernaan seperti kembung atau diare setelah mengonsumsi santan dalam jumlah banyak. Kondisi ini bisa dipicu oleh tingginya kandungan lemak atau bahan tambahan seperti pengental pada santan kemasan.

4. Risiko ketidakseimbangan nutrisi

Jika santan dijadikan pengganti utama susu tanpa memperhatikan kebutuhan nutrisi lain, seseorang berisiko kekurangan protein dan kalsium. Secara alami, santan hanya mengandung kedua nutrisi tersebut dalam jumlah kecil.

Berapa batas konsumsi santan?

Para ahli gizi menekankan bahwa santan tetap aman dikonsumsi selama dalam jumlah wajar. Batasannya dapat berbeda tergantung jenis santan yang digunakan.

Untuk santan kental dalam masakan, sebaiknya digunakan secukupnya sebagai penambah rasa. Dalam sehari, penggunaan sekitar beberapa sendok makan hingga setengah cangkir dalam masakan umumnya masih dianggap wajar bagi orang sehat.

Sementara itu, santan yang lebih encer atau minuman santan kemasan biasanya aman dikonsumsi sekitar satu gelas per hari, terutama jika memilih produk tanpa tambahan gula.

Tips menikmati santan dengan lebih sehat

Agar tetap bisa menikmati hidangan bersantan tanpa berlebihan, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan:

• Gunakan santan secukupnya sebagai pelengkap rasa, bukan bahan utama dalam jumlah besar.

• Pilih santan tanpa tambahan gula atau bahan tambahan berlebihan.

• Imbangi konsumsi makanan bersantan dengan sayur, buah, dan sumber protein sehat.

Selain itu, Anda juga dapat mengurangi kekentalan santan dengan menambahkan air saat memasak. Cara ini membantu menurunkan kandungan lemak tanpa terlalu mengubah cita rasa makanan.

Dengan memperhatikan jumlah santan yang digunakan serta menyeimbangkannya dengan pola makan sehat, masyarakat tetap bisa menikmati hidangan khas bersantan tanpa perlu khawatir terhadap dampaknya bagi kesehatan.

(nga/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial