Jakarta, CNN Indonesia --
Mantan penyerang Inter Milan, Mehdi Taremi, dilaporkan ingin kembali ke negaranya guna bergabung dengan tentara Iran setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Perang antara Iran dan AS-Israel terjadi pada akhir pekan lalu. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, gugur akibat serangan (AS) dan Israel.
Krisis di Iran itu memicu Mehdi Taremi pulang kampung. Dikutip dari media Turki, Haberler, Taremi memberi tahu sejumlah pejabat di klubnya saat ini, Olympiakos, untuk pulang ke Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pengurus Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) menyarankan Mehdi Taremi untuk bertahan di Yunani. Hanya saja, pemain 33 tahun itu ngotot bergabung dengan komando militer, angkat senjata, dan membela Iran.
"Ini adalah momen negara saya paling membutuhkan saya," kata Taremi.
"Rakyat (di negara)saya dan tanah air saya dalam bahaya, dan saya harus berada di sana," ucap Taremi menambahkan.
Mehdi Taremi bergabung dengan Olympiakos pada awal musim dari Inter Milan. Performa Taremi bersama Olympiakos pada musim ini luar biasa dengan mencetak 16 gol dari 31 pertandingan di semua ajang.
Lantaran menjadi anggota wajib militer, mantan pemain Inter Milan dan FC Porto tersebut juga diklaim terancam tidak bisa membela timnas Iran di Piala Dunia 2026. Alasannya Taremi berpotensi tidak diberikan visa oleh Amerika Serikat.
(sry/jup)

2 hours ago
1



























