Jakarta, CNN Indonesia --
Ilmuwan mengembangkan metode "penulisan laser pada kaca," yakni penyimpanan data baru yang diklaim mampu bertahan ribuan tahun.
Berbagai data penting, mulai dari foto pribadi, rekor medis, dokumen bisnis, penelitian sains hingga catatan nasional, membutuhkan penyimpanan jangka panjang yang andal. Hal ini mendorong inovasi teknologi penyimpanan yang lebih tahan lama.
Namun, ada satu tantangan besar yaitu penyimpanan media digital jangka panjang saat ini, termasuk di pusat data yang menopang layanan cloud, masih bergantung pada pita magnetik dan hard disk yang sama sama memiliki umur pakai terbatas. Solusi untuk saat ini data itu harus secara berkala dipindahkan dan disalin ke media baru agar tetap aman dan dapat diakses.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para ahli Microsoft di Cambridge menyatakan mereka telah menyempurnakan metode penyimpanan data jangka panjang berbasis kaca.
"Ini memiliki ketahanan yang luar biasa dan umur pakai yang sangat panjang. Jadi, begitu data disimpan dengan aman di dalam kaca, data tersebut akan bertahan dalam waktu yang sangat lama," ujar Richard Black, Direktur Penelitian Proyek Silika, mengutip The Guardian, Rabu (18/2).
Sistem ini menggunakan satu denyut laser untuk menciptakan setiap volume pixel (voxel), sehingga sangat efisien. Dengan membagi laser menjadi empat sinar independen yang menulis secara bersamaan, tim mengatakan teknologi ini dapat merekam 65,9 juta bit per detik.
Para peneliti menemukan bahwa mereka dapat menyimpan 4,84 TB data dalam sepotong kaca fused silica berukuran 12 cm² dan tebal 2 mm, jumlah informasi yang setara dua meter buku cetak, seperti yang dijelaskan dalam artikel pendamping oleh peneliti di China.
Tim juga telah mengembangkan metode untuk menciptakan voxel dalam kaca borosilikat, bahan yang digunakan oleh merek Pyrex.
"Itu jauh lebih mudah didapat, jauh lebih murah, dan lebih mudah diproduksi," kata Black.
Mereka menambahkan bahwa sistem penyimpanan data tersebut sangat stabil, dengan eksperimen menunjukkan bahwa deformasi yang dihasilkan laser akan bertahan lebih dari 10.000 tahun pada suhu ruangan.
Namun, Black mengatakan teknologi tersebut kemungkinan besar tidak akan digunakan di kantor rumahan, mencatat bahwa teknologi tersebut dirancang digunakan perusahaan cloud besar.
Melissa Terras, Profesor Warisan Budaya Digital di Universitas Edinburgh, yang tidak terlibat dalam studi tersebut, menyambut baik temuan tersebut.
"Setiap jenis penyimpanan yang memungkinkan pengelolaan informasi digital jangka panjang sangat menarik, terutama jika media penyimpanannya bersifat inert dan berpotensi bertahan lama tanpa perawatan khusus," katanya.
Namun, ia menambahkan bahwa masih ada potensi kesulitan, termasuk apakah teknologi dan petunjuk untuk membaca kaca tersebut akan tersedia bagi generasi mendatang.
Masalah lain adalah bahwa investasi yang signifikan diperlukan untuk menerapkan Silica secara besar-besaran.
"Kita tidak berada dalam situasi ekonomi di mana industri atau politik memilih membangun infrastruktur yang akan mendukung kebutuhan informasi generasi mendatang," ungkap Terras.
"Saya menyarankan bahwa jika itu menjadi kekhawatiran, kita harus mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk menangani dampak serangan siber terhadap Perpustakaan Britania Raya, agar informasi yang sudah kita miliki dalam format yang dikenal dapat dikelola dengan baik dan tersedia bagi pengguna saat ini dan di masa depan," lanjutnya.
(wpj/fea)

2 hours ago
1



























