Jakarta, CNN Indonesia --
Milisi di Lebanon Hizbullah mengakui ikut menyerang Israel saat negara Zionis itu dan Amerika Serikat meluncurkan serangan bersama ke Iran.
Serangan Hizbullah langsung dibalas Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hizbullah menyatakan serangan mereka sebagai balasan usai Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam gempuran AS-Israel.
"Kepemimpinan perlawanan selalu menegaskan bahwa berlanjutnya agresi Israel dan pembunuhan para pemimpin, pemuda, dan rakyat kami memberi kami hak untuk membela diri dan membalas pada waktu dan tempat yang tepat," kata Hizbullah pada Senin (2/2), dikutip Al Jazeera.
Hizbullah juga menegaskan serangan mereka untuk melindungi rakyat Lebanon dan membeli pelajaran ke Negeri Zionis itu.
"Musuh Israel tak bisa melanjutkan agresinya yang sudah berlangsung selama lima belas bulan tanpa ada respons peringatan untuk menghentikan agresi ini dan menarik diri dari wilayah Lebanon yang diduduki," lanjut mereka.
Israel sementara itu, segera merespons dengan melancarkan serangan udara di Beirut selatan.
Media lokal juga melaporkan serangan Israel menargetkan beberapa desa di Lebanon selatan dan Lembah Bekaa di timur negara itu.
Israel menyatakan militer gencar menyerang Hizbullah di seluruh Lebanon.
"Militer Israel akan bertindak melawan keputusan Hizbullah untuk bergabung dalam kampanye tersebut, dan tidak akan membiarkan organisasi itu menimbulkan ancaman bagi negara Israel dan membahayakan penduduk di wilayah utara," demikian pernyataan militer Israel.
Hizbullah, lanjut mereka, adalah pihak yang justru menghancurkan negara Lebanon dan harus bertanggung jawab atas eskalasi ini.
"[militer Israel] akan menanggapi kerusakan ini dengan tegas," kata militer Israel lagi.
Dalam membalas Hizbullah, Israel mengerahkan jet-jet untuk membombardir Beirut.
Eskalasi baru ini bisa memicu krisis ekonomi yang mendalam di Lebanon, yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.
Hezbollah dan Israel sepakat gencatan senjata pada November 2024. Namun, berulang kali melanggar perjanjian dan melakukan serangan di seluruh Lebanon hampir setiap hari.
(isa/bac)

2 hours ago
1



























