Hati-Hati, Terlalu Banyak Duduk Berisiko Kena Dead Butt Syndrome

18 hours ago 4
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Duduk berjam-jam setiap hari dapat memicu risiko penyakit berbahaya seperti dead butt syndrome (DBS), yakni kondisi di mana otot gluteus (bokong) menjadi lemah dan kurang aktif.

Jika glute tidak berfungsi dengan baik, hal ini memaksa otot punggung bawah untuk menanggung beban yang tidak seharusnya mereka tangani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gejalanya adalah bokong nyeri atau mati rasa, nyeri pinggul, punggung bawah, atau lutut, serta postur tubuh dan berjalan yang buruk.

Mengenal dead butt syndrome

Dilansir dari Healthline, DBS atau disebut juga gluteal amnesia, adalah kondisi di mana otot-otot bokong (gluteal) menjadi lemah atau tidak aktif, biasanya karena terlalu lama duduk.

Istilah dead butt syndrome tidak berarti otot benar-benar mati, tetapi koneksi antara otak dan otot menjadi tumpul akibat kurang aktivitas, sehingga otot "lupa" cara bekerja.

Hal itu menyebabkan otot gluteus medius tidak berfungsi optimal, menimbulkan nyeri pinggul, punggung bawah, atau bahkan lutut karena otot lain mencoba mengkompensasi.

Banyak duduk bisa kena dead butt syndrome

Ditambahkan dari WebMD, jika glute gagal menjalankan peran stabilisasinya dalam latihan dan olahraga, Anda bisa mengalami nyeri lutut kronis, atau bahkan cedera.

Penderita DBS mencakup orang-orang yang banyak duduk, orang-orang yang aktif, mereka yang mengalami nyeri punggung, dan mereka yang mengalami nyeri lutut.

Stuart McGill, seorang profesor emeritus terkemuka di University of Waterloo menunjukkan cara kerja proses tersebut dalam sebuah studi tahun 2013.

Dalam makalah tersebut, ia dan rekan penulisnya menggunakan istilah "amnesia gluteal" dan "inhibisi gluteal" secara bergantian.

McGill menciptakan istilah "amnesia gluteal" untuk menggambarkan apa yang terjadi ketika rasa sakit menyebabkan seseorang mengubah cara mereka bergerak.

"Pada orang dengan nyeri jangka panjang, pola denyut saraf yang didistribusikan ke otot dapat terganggu. Rasa sakit memicu jalur penghambatan, sehingga otak menemukan cara lain untuk melakukan hal dasar yang sama," jelasnya. 

Gerakan sederhana untuk pengidap DBS

Berikut beberapa latihan sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kekuatan dan kelenturan otot gluteus, fleksor pinggul, dan sendi pinggul.

1. Berdiri dengan kaki kiri di depan kanan

Cobalah gerakan berdiri dengan kaki kiri di depan kanan. Kaki kanan sedikit ditekuk, sedangkan kaki kiri lurus. Lalu tekuk sedikit di pinggang dan rasakan tarikan pada hamstring kiri. Tahan selama 10 detik.

2. Gerakan squat untuk melatih otot

Gerakan squat dapat dilakukan untuk melatih otot perut, paha depan, paha belakang, otot perut, dan betis.

Caranya dengan berdiri dengan kaki selebar bahu. Kemudian tekuk lutut secara perlahan, sampai paha hampir sejajar dengan tanah. Ulangi gerakan dari awal.

3. Gerakan mengangkat kaki

Gerakan mengangkat kaki untuk otot inti dan fleksor pinggul. Caranya dengan berbaring di permukaan yang kuat dan nyaman dengan posisi kaki yang lurus.

Selanjutnya, perlahan-lahan angkat kaki setinggi-tingginya, tetapi dalam posisi lurus, rasakan otot-otot menekuk. Kemudian ulangi gerakan.

(juh)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial