Harga Minyak Melandai usai Irak Sepakat Ekspor Lewat Pelabuhan Turki

7 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak dunia merosot dalam perdagangan Asia pada Rabu (18/3).

Pelemahan terjadi setelah Pemerintah Irak dan Otoritas Kurdi mencapai kesepakatan untuk melanjutkan ekspor minyak melalui pelabuhan Ceyhan di Turki yang memberikan sedikit kelegaan terhadap kekhawatiran tentang pasokan Timur Tengah.

Dilansir Reuters, setelah naik lebih dari 3 persen pada Selasa kemarin, harga kontrak berjangka Brent turun 67 sen, atau 0,65 persen, menjadi US$$102,75 per barel pada pukul 02.09GMT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penurunan juga terjadi pada harga minyak mentah West Texas Intermediate AS sebesar US$1,18, atau 1,23 persen, menjadi US$95,03 per barel.

Berdasarkan laporan media pemerintah, Menteri Perminyakan Irak HayanAbdel-Ghani mengatakan aliran minyak dari Ceyhan diperkirakan dimulai pada pukul 07.00GMT hari ini.

Dua pejabat perminyakan mengatakan pekan lalu bahwa Irak berupaya memompa setidaknya 100 ribu barel minyak mentah per hari melalui pelabuhan tersebut.

"Meskipun semua itu membantu dan memberi waktu, 100 ribu barel per hari bukanlah perubahan besar karena Irak masih kehilangan sekitar dua juta barel per hari," ujar analis Pasar IG Tony Sycamore.

Seorang sumber Reuters mengungkapkan produksi minyak dari ladang minyak utama Irak selatan, tempat sebagian besar minyak mentahnya diproduksi dan diekspor, anjlok 70 persen menjadi hanya 1,3 juta barel per hari.

Hal itu imbas konflik Iran yang secara efektif menutup Selat Hormuz yang vital, tempat sekitar 20 persen minyak global melewatinya.

Pada Selasa kemarin, Iran mengkonfirmasi Kepala Keamanan Ali Larijani tewas dalam serangan Israel. Ia adalah tokoh paling senior yang menjadi sasaran sejak hari pertama perang AS-Israel.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran yang baru telah menolak tawaran de-eskalasi yang disampaikan oleh negara-negara perantara.

Militer AS menargetkan lokasi di sepanjang garis pantai Iran dekat Selat Hormuz karena rudal anti-kapal Iran menimbulkan risiko bagi pelayaran internasional di sana.

Kepala Peneliti untuk Energi dan Bahan Kimia China Futures Mingyu Gao menilai kematian Larijani dan serangan militer AS terhadap posisi pesisir Iran di dekat Selat Hormuz meningkatkan harapan bahwa konflik dapat berakhir lebih cepat.

Lebih lanjut, sumber Reuters dari pelaku pasar yang mengutip data API menyebut stok minyak mentah AS naik sebesar 6,56 juta barel pada pekan yang berakhir 13 Maret.

Sementara, jajak pendapat Reuters menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS diperkirakan meningkat sekitar 380 ribu barel pada pekan hingga 13 Maret.

[Gambas:Video CNN]

(sfr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial