Disubsidi Pemerintah, Beras Super Premium Haji Dijual Rp16 Ribu per Kg

5 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah melepas ekspor perdana beras khusus untuk kebutuhan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi dengan harga sekitar Rp16 ribu per kilogram (kg) setelah mendapat subsidi pemerintah.

Program ini menjadi bagian dari pengiriman 2.280 ton beras super premium yang disiapkan khusus untuk konsumsi jemaah haji Indonesia pada 2026.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan harga tersebut diberikan khusus bagi jemaah haji Indonesia agar kebutuhan pangan selama ibadah di Arab Saudi tetap terjangkau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena ini untuk jemaah kita, jadi ini subsidi dari pemerintah. Harganya Rp16 ribu per kg untuk jemaah haji," kata Rizal di di Gudang Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Jakarta Utara, Rabu (4/3).

Ekspor tersebut merupakan pengiriman perdana beras Indonesia untuk kebutuhan jemaah haji dengan nilai transaksi sekitar Rp38 miliar. Pengiriman ini merupakan hasil keputusan rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada 23 Februari 2026 dan ditindaklanjuti melalui penugasan kepada Bulog oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Rizal menjelaskan total beras yang dikirim mencapai 2.280 ton menyesuaikan kebutuhan konsumsi sekitar 200 ribu hingga 215 ribu jemaah haji Indonesia pada musim haji tahun ini.

"Total ekspor beras haji adalah 2.280 ton sesuai dengan permintaan dari Kementerian Haji, menyesuaikan jumlah jemaah haji Indonesia tahun ini sekitar 200 ribu sampai 215 ribu orang," ujarnya.

Beras yang dikirim menggunakan merek Befood Nusantara dengan kemasan 40 kg per karung. Secara total terdapat sekitar 57 ribu karung beras yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Menurut Rizal, beras yang diproduksi untuk program ini memiliki kualitas di atas standar premium yang biasanya diproduksi Bulog. Beras tersebut berasal dari gabah yang baru dipanen di Jawa Barat dan Jawa Tengah, kemudian langsung diproses di fasilitas pengolahan.

"Beras yang kita olah ini berasal dari panen baru, bukan dari stok gudang. Setelah dipanen langsung dibawa ke fasilitas pengolahan untuk dikeringkan dan diolah menjadi beras premium dengan pecahan di bawah 5 persen, bahkan sekitar 4 persen," jelasnya.

Standar kualitas tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan beras premium Bulog pada umumnya yang memiliki tingkat pecahan sekitar 15 persen. Selain itu, kadar air beras juga dijaga di bawah 14 persen sehingga masuk kategori beras super premium.

Untuk proses produksinya, Bulog memanfaatkan sejumlah fasilitas pengolahan, termasuk pabrik milik Wilmar. Fasilitas yang digunakan antara lain pabrik Wilmar di Serang dan Mojokerto, pabrik Bulog di Karawang, serta fasilitas pengolahan di Subang.

Rizal mengatakan penggunaan pabrik tersebut bertujuan memastikan proses pengeringan dan pengolahan gabah dapat dilakukan segera setelah panen sehingga kualitas beras tetap terjaga.

Pengiriman beras dilakukan melalui tiga perusahaan pelayaran, yakni Hyundai Unity, Wan Hai, dan kapal lokal Kota Dunia. Kapal-kapal tersebut dijadwalkan berangkat setelah proses persiapan logistik selesai.

Bulog juga menyebut ekspor ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan beras Indonesia di pasar Timur Tengah. Pemerintah berharap pengiriman perdana ini dapat menjadi pintu masuk untuk ekspor komersial di masa mendatang.

"Ekspor pertama ini adalah entry point kita. Ibaratnya kita sedang jual promo agar orang tertarik mencoba beras Indonesia. Harapannya nanti berlanjut secara komersial," kata Rizal.

Ia menambahkan potensi pasar beras Indonesia di Arab Saudi cukup besar karena negara tersebut setiap tahun menerima sekitar dua juta jemaah umrah, serta memiliki banyak warga Indonesia yang menetap di sana.

Jika respons pasar positif, Bulog menilai peluang ekspor beras Indonesia tidak hanya terbatas di Arab Saudi, tetapi juga dapat diperluas ke negara-negara lain di kawasan Jazirah Arab.

[Gambas:Video CNN]

(del/pta)

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial