Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah bank sentral di dunia menjadikan emas sebagai aset andalan mereka, khususnya di tengah ketidakpastian ekonomi global dan geopolitik. Hal serupa juga dilakukan oleh Amerika Serikat (AS).
Beberapa negara memilih untuk menimbun cadangan emas sebagai langkah menjaga stabilitas ekonomi agar terhindar dari inflasi, krisis ekonomi, dan risiko nilai tukar mata uang. Apalagi, emas kian dipandang sebagai aset lindung nilai yang aman, likuid, dan bernilai stabil oleh bank sentral berbagai negara.
Data terbaru menunjukkan bukan hanya jumlah cadangan emas yang penting, tetapi juga pergerakannya. Sejumlah negara tercatat agresif menambah simpanan emasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kazakhstan menjadi negara dengan penambahan terbesar, yakni 18,21 ton, disusul Brasil sebanyak 15,49 ton, Turki 6,52 ton, Guatemala 6,13 ton, dan China sebanyak 4,98 ton. Sebaliknya, beberapa negara justru mengurangi cadangan emas, seperti Uzbekistan berkurang 3,11 ton, Qatar 0,15 ton, Polandia 0,14 ton, dan Meksiko 0,03 ton.
Mengutip data World Gold Council (WGC) hingga pertengahan 2025, Amerika Serikat menjadi negara dengan cadangan emas terbesar sebanyak 8.133 ton, kemudian diikuti Jerman sebanyak 3.352 ton, dan Italia sebanyak 2.452 ton.
Berikut 10 Bank Sentral dengan cadangan emas terbesar di bank sentral:
1. Amerika Serikat
Amerika Serikat menempati posisi teratas dunia dengan cadangan sekitar 8.133,46 ton emas, senilai lebih dari US$1 triliun atau setara Rp16.748,65 triliun (asumsi kurs Rp16.748 per dolar AS).
Emas menyumbang sekitar 80,36 persen dari total cadangan internasional AS, menjadikannya negara dengan dominasi emas tertinggi secara proporsional di antara negara-negara besar.
Mengutip WION News, sebagian besar cadangan emas milik Negeri Paman Sam disimpan dengan pengamanan tinggi di Fort Knox.
2. Jerman
Jerman berada di peringkat berikutnya dengan cadangan sekitar 3.350,25 ton emas atau senilai US$412,03 miliar atau Rp6.905,97 triliun. Porsi emas mencapai 80,37 persen dari total cadangannya, menunjukkan emas menjadi tulang punggung cadangan internasional negara ini, sekaligus menjaga kestabilan keuangan zona Euro.
3. Italia
Italia mempunyai cadangan emas sebesar 2.452 ton di Bank Sentral Italia (Banca d'Italia). Jumlah ini stabil selama beberapa dekade terakhir dan menjadi upaya menjaga kekayaan nasional serta simbol kepercayaan.
4. Prancis
Prancis memiliki cadangan emas sebesar 2.437 ton yang sebagian besarnya disimpan di ruang bawah tanah di Paris. Jumlah tersebut menjadi sumber keseimbangan dan kredibilitas ekonomi negara tersebut.
5. Rusia
Rusia mempunyai cadangan emas hingga 2.333 ton yang merupakan hasil kombinasi produksi tambang dalam negeri dan pembelian strategis. Negara ini diketahui terus menambah cadangan emas secara agresif selama satu dekade terakhir untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.
6. China
China menyimpan sekitar 2.303,51 ton emas dengan nilai lebih dari US$283,30 miliar atau setara Rp4.748,67 triliun. Cadangan dimanfaatkan sebagai strategi diversifikasi dan kemandirian finansial.
Neneri Tirai Bambu menilai emas sebagai pelindung terhadap risiko nilai tukar global. Adapun porsi emas sekitar 7,68 persen dari total cadangan devisanya yakni US$3.688,95 miliar. Ini menandakan China masih sangat bertumpu pada cadangan non-emas meski aktif menambah emas.
7. Swiss
Swiss mempunyai cadangan emas sebesar 1.040 ton dan menjadi penopang stabilitas mata uang Franc. Negara ini dikenal sebagai salah satu tujuan penyimpanan emas di dunia, meski pernah mengurangi jumlah cadangannya pada awal 2000-an.
8. India
India melalui Bank Sentral India (Reserve Bank of India) mempunyai cadangan emas sebesar 880,18 ton atau senilai US$108,25 miliar atau setara Rp1.812,99 triliun, dengan porsi relatif tinggi yakni 15,17 persen dari total cadangannya.
Angka ini menjadi rekor tertinggi karena India terus membeli emas secara konsisten untuk memperkuat cadangan devisa. India menyimpan sekitar Posisi ini mencerminkan pentingnya emas dalam strategi stabilitas moneter India.
9. Jepang
Jepang memiliki cadangan emas sekitar 845,97 ton senilai US$104,04 miliar atau setara Rp1.742,48 triliun, dengan porsi sekitar 7,76 persen dari total cadangan. Bagi Negeri Sakura, emas merupakan aset penting dalam menjaga stabilitas finansial di tengah gejolak ekonomi dan kebijakan moneter.
10. Belanda
Belanda melalui Bank Sentral Belanda (De Nederlandsche Bank) mempunyai cadangan emas sebesar 623 ton. Meski Belanda sempat memindahkan sebagian cadangan emasnya ke penyimpanan dekat dalam negeri selama beberapa tahun terakhir, Belanda menilai emas sebagai penopang keamanan ekonomi nasional.
Lalu, bagaimana dengan Indonesia?
Dalam daftar negara dengan cadangan emas terbesar dunia versi World Gold Council, Indonesia belum masuk dalam jajaran teratas dunia. Cadangan emas Indonesia masih relatif lebih kecil dibanding negara-negara besar di atas.
Meski demikian, Bank Indonesia (BI) tetap menjadikan emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi cadangan devisa, terutama di tengah meningkatnya volatilitas pasar global.
Melansir berbagai sumber, BI memiliki cadangan emas sekitar 78,57 ton atau setara sekitar 2,58 juta fine troy ounces per kuartal II-2025 dan angka ini tidak berubah dari kuartal sebelumnya.
(fln/del/ins)

2 hours ago
1
























