Jakarta, CNN Indonesia --
Satu pemain timnas putri Iran tiba-tiba membatalkan menerima suaka dari pemerintah Australia pada Rabu (11/3). Hal itu diungkapkan Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke.
Pemain timnas putri Iran tersebut awalnya mendapatkan suaka dengan diberikan visa kemanusiaan dari Australia pada Selasa (10/3), sehingga membuat jumlah pemain Iran yang mendapatkan suaka dari Australia menjadi tujuh orang.
Namun, Menteri Dalam Negeri Australia Tony Burke mengatakan bahwa seorang pemain timnas putri Iran telah mengubah keputusannya dan membatalkan terima suaka pada Rabu (11/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Australia, orang-orang bisa berubah pikiran, orang-orang bisa bepergian. Kami menghormati konteks di mana dia membuat keputusan itu," kata Burke dikutip dari ESPN.
"Sayangnya, dalam mengambil keputusan itu, dia telah disarankan oleh rekan satu tim dan pelatihnya untuk menghubungi kedutaan Iran dan meminta dijemput," ucap Burke menambahkan.
Sebelumnya pemerintah Australia memberikan suaka kepada lima pemain wanita Iran. Kelima pemain itu adalah Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Zahra Sarbali, Atefeh Ramazanzadeh, dan Mona Hamoudi.
Setelah itu, satu pemain lain dan satu ofisial timnas wanita Iran mendapatkan suaka lain dari Negeri Kanguru.
"Saya memberi mereka tawaran yang sama seperti yang saya berikan kepada lima pemain malam sebelumnya," kata Burke sebelumnya.
"Jika mereka ingin menerima visa kemanusiaan untuk Australia, yang akan memiliki jalur menuju visa permanen, saya telah menyiapkan dokumen untuk segera memprosesnya," ucap Burke menambahkan.
Dalam pemberitaan itu disebutkan, para pejabat Australia menyebut sebagian besar anggota timnas wanita Iran terpisah di Bandara Sydney. Mereka diberitahu tentang pilihan sebelum terbang ke Iran.
"Yang kami pastikan adalah tidak terburu-buru, tidak ada tekanan. Semuanya tentang memastikan martabat bagi individu-individu tersebut untuk membuat pilihan," ujar Burke.
Sejumlah anggota timnas Iran itu membicarakan pilihan dengan keluarga mereka, namun menolak tawaran tetap tinggal di Australia.
Australia mengkhawatirkan keselamatan para pemain dan juga anggota timnas Iran yang tampil di Piala Asia Wanita 2026 di Australia. Pasalnya, setelah menolak menyanyikan lagu kebangsaan saat melawan Korea Selatan. Setelah penolakan itu, televisi pemerintah Iran menyebut tim tersebut sebagai 'pengkhianat masa perang'.
Kini enam pemain timnas putri Iran yang mendapatkan suaka telah dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, usai seorang pemain yang membatalkan menerima suaka telah membocorkan lokasi rahasia mereka.
(rhr/rhr/jun)

1 hour ago
2

























