Bos Ducati soal Penalti Marc Marquez di Sprint Race: Ini Tidak Adil

1 hour ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Bos Ducati Davide Tardozzi mengaku keberatan dengan hukuman penalti yang diberikan kepada Marc Marquez di Sprint Race MotoGP Thailand, Sabtu (28/2).

Marc Marquez harus puas finis di posisi kedua usai mendapat penalti lantaran dianggap melakukan kontak dengan Pedro Acosta di tikungan terakhir Sprint Race.

"Saya rasa kita melihat banyak aksi menyalip seperti ini. Marc tidak menyentuh Pedro dan tidak keluar dari lintasan balap. Jadi, saya pikir itu [penalti] tak adil," kata Tardozzi dikutip Crash.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sprint Race MotoGP Thailand 2026 yang berlangsung sepanjang 13 lap, berakhir dramatis. Juara bertahan Marc Marquez gagal mengunci podium pertama dan dipaksa 'menyerah' dari Acosta.

Hukuman penalti diberikan kepada Marc Marquez karena dianggap melakukan manuver berbahaya di tikungan terakhir.

Manuver tersebut terbilang krusial karena Marquez berhasil menyalip Acosta yang berada di posisi terdepan. Namun, manuver agresif itu membuat Acosta melebar hingga keluar lintasan.

Para steward kemudian memberikan sanksi penalti penurunan satu posisi kepada Marquez. Keputusan ini membuka jalan kemenangan kepada Acosta.

Marc Marquez sendiri enggan berkomentar banyak soal hukuman yang diberikan steward. Pembalap 33 tahun itu mengatakan hanya mengikuti aturan.

"Menurut pendapat saya, pengawas balapan [steward] yang memutuskan. Jadi, saya hanya mengikuti aturan," kata Marquez.

Hasil ini membuat Acosta jadi pemuncak klasemen sementara dengan 12 poin, sementara Marc Marquez berada di posisi kedua dengan sembilan poin. Posisi klasemen masih berpeluang berubah usai sesi race pada Minggu (1/3).

[Gambas:Video CNN]

(jun)

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial