Tangerang, CNN Indonesia --
Banjir masih merendam 27 kecamatan di Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (27/1). Sebanyak 133 ribu jiwa terdampak banjir yang terjadi sejak awal Januari lalu.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan banjir yang meluas ke puluhan kecamatan tersebut dipicu oleh luapan sejumlah aliran sungai, di antaranya Sungai Cidurian, Cimanceuri, Cirarab, dan Situ Gelam.
"Dari 27 kecamatan, warga yang terkena banjir itu sebanyak 133 ribu jiwa dari 33 ribu keluarga," ujar Maesyal, Selasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain luapan sungai, banjir juga dipengaruhi oleh faktor hujan tinggi dengan durasi yang cukup lama.
Atas kondisi banjir tersebut, Pemkab Tangerang segera menetapkan status tanggap darurat bencana guna mempercepat penanganan banjir.
"Sebentar lagi saya tanda tangani (SK) ya. Supaya kita semua supaya kita semua concern terhadap itu," jelasnya.
Ia menegaskan, penanganan banjir dilakukan melalui dua skema, yakni jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, pemerintah daerah fokus pada distribusi bantuan logistik, pendirian tenda pengungsian, posko kesehatan, serta dapur umum.
Sementara untuk penanganan jangka panjang, Pemkab Tangerang bakal membangun pintu air, pelebaran drainase, serta pengadaan mesin pompa air guna mengurangi risiko banjir di wilayah rawan, seperti Kecamatan Jayanti dan Kosambi.
Adapun rencana pembangunan tanggul di sejumlah aliran sungai, lanjut Maesyal, masih memerlukan koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum.
"Nah, itu kan harus kita koordinasikan dengan balai besar wilayah sungai dengan kementerian PU," tegasnya.
(dod/isn)

2 hours ago
1





























