CNN Indonesia
Senin, 05 Jan 2026 06:37 WIB
Kebijakan WFA bisa kembali diterapkan saat arus Lebaran 2026 karena terbukti efektif mengurai kepadatan libur Nataru 2025. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono
Jakarta, CNN Indonesia --
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengatakan kebijakan work from anywhere (WFA) bisa kembali diterapkan saat momen arus mudik dan balik Lebaran 2026 karena WFA terbukti efektif mengurai kepadatan mudik dan balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.
"Kami sudah bincang-bincang dengan Pak Menhub, nanti pada saat Operasi Ketupat pun juga kita pikirkan hari-hari apa dilakukan work from anywhere," kata Agus sepertii dikutip detikcom usai memantau arus lalu lintas di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/1).
Agus juga menyebut Surat Keputusan Bersama (SKB) pengaturan pembatasan truk sumbu tiga efektif menurunkan angka kecelakaan lalu lintas. SKB terkait kebijakan operasional truk sumbu tiga, kata Agus, akan jadi satu aturan yang bakal diupayakan lagi saat Lebaran mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Termasuk juga pembatasan sumbu tiga. Ini sangat penting karena memang keselamatan, kelancaran itu yang paling utama. Kita pastikan bahwa kendaraan itu berkeselamatan, jalan itu berkeselamatan, termasuk pengemudi yang berkeselamatan," jelas dia.
"Ini bagian daripada dinamika arus mudik dan arus balik baik Nataru dan kesiapan juga untuk nanti operasi lebaran," sambungnya.
Dia menambahkan, kebijakan WFA ini awalnya sebagai upaya ini mengurai kepadatan saat momen mudik dan balik. Melalui kebijakan itu arus lalu lintas bisa lebih terkendali.
"Work from anywhere ini sebetulnya kan kajiannya bagaimana kita bisa mengurai arus mudik dan arus balik. Dan kita bisa memprediksikan ketika terurai panjang, itu kan traffic counting di jalan itu kan lebih bisa dikendalikan," imbuh dia.
Pemerintah sebelumnya mengizinkan Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk TNI dan Polri, untuk bekerja dari luar kantor atau pada 29-31 Desember 2025. Imbauan serupa juga disampaikan untuk pekerja swasta.
Hal tu dilakukan untuk menekan kemacetan pada arus berangkat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Selengkapnya di sini.
(gil)

14 hours ago
2





























