Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berulang kali salah menyebut Greenland sebagai Iceland saat berpidato di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pada Rabu (21/1).
Kesalahan itu terjadi di tengah dorongan Trump agar AS mengambil alih Greenland dengan alasan ancaman keamanan dari Rusia dan China di kawasan Arktik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada hari yang sama, Trump menyebut terdapat "kerangka kerja" kesepakatan Greenland di masa depan serta pembatalan rencana tarif terhadap negara-negara Eropa yang menentang kebijakannya.
Namun langkah itu lebih dulu memicu ketegangan dengan sekutu NATO dan memperburuk hubungan lintas Atlantik.
"Saya membantu NATO, dan sampai beberapa hari lalu, ketika saya memberi tahu mereka soal Iceland, mereka menyukai saya," ujar Trump di Forum Ekonomi Dunia di Davos, seperti dikutip AFP.
"Mereka tidak ada untuk kita di Iceland, itu bisa saya pastikan. Maksud saya, pasar saham kita mengalami penurunan pertama kemarin karena Iceland. Jadi Iceland sudah merugikan kita banyak uang," tambah dia.
Pernyataan itu jelas merujuk pada Greenland, bukan Islandia, pulau tetangga yang lebih kecil di Atlantik Utara yang dikenal dengan panorama vulkanik.
Usai pidato, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menanggapi unggahan jurnalis Libbey Dean di X yang menyebut Trump salah menyebut Greenland sebagai Iceland sekitar tiga kali.
"Tidak, dia tidak melakukannya, Libby. Naskah pidatonya menyebut Greenland sebagai 'sepotong es' karena memang itulah adanya. Anda yang mencampuradukkan sesuatu di sini," balas Leavitt di X, sembari salah mengeja nama sang jurnalis.
Dalam pidato Trump di Davos, ia kerap kali menyimpang dari teks yang ditampilkan di teleprompter.
Menanggapi kejadian itu, Gubernur California Gavin Newsom dari Partai Demokrat, tokoh oposisi utama yang disebut sebagai kandidat potensial presiden AS 2028, mengomentari situasi tersebut.
"Tidak ada satu pun dari ini yang normal. Ada proses normalisasi, penyimpangan kesadaran," ujar Newsom.
(rnp/rds)

3 hours ago
1




























