Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Menteri Haji dan Umroh Dahnil Anzar mengakui penurunan jumlah calon jemaah umroh RI di tengah konflik antara Iran dengan Israel-AS.
Ia menyebut calon jemaah asal RI itu turut mempertimbangkan faktor keamanan di tengah konflik di kawasan Timur Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Data kami memang ada penurunan ya yang berangkat, karena mempertimbangkan keselamatan dan dinamika konflik itu tadi," kata Dahnil di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (10/3).
Ia menyebut hingga kini pemerintah masih terus menyarankan kepada calon jemaah umroh untuk menunda keberangkatan.
Dahnil menyebut dalam hal ini pemerintah mengutamakan faktor keselamatan warga negara Indonesia.
"Karena kan apapun bisa terjadi, kita nggak tidak tahu eskalasi konflik di Timur Tengah seperti apa karena dinamikanya sangat dinamis dan setiap saat mengalami perubahan," ucapnya.
Ia juga menyampaikan Kemenhaj dan Kemenlu terus melakukan pendampingan bagi jemaah RI yang akan kembali.
Dahnil menyebut mereka juga berkoordinasi dengan pihak travel untuk senantiasa mendampingi para jemaah.
"Yang sekarang itu kan jemaah umroh di sana ada sekitar 43 ribu. Bukan yang terjebak ya, yang sedang melaksanakan umroh. Sedang melaksanakan umroh," ujar dia.
(mnf/rds)

1 hour ago
2
























