Jakarta, CNN Indonesia --
Sebagian besar wilayah Jakarta dan sekitarnya diperkirakan cerah berawan hingga berawan tebal pada hari ini, Selasa (17/3).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca cerah berawan akan bertahan dari pagi hingga sore hari di seluruh wilayah Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memasuki malam hari, awan diperkirakan mulai menebal dengan potensi hujan ringan di wilayah Kepulauan Seribu. Kondisi awan tebal ini diperkirakan bertahan hingga hari berikutnya.
Dalam Peringatan Dini Cuaca periode 16-20 Maret juga tak ada wilayah Jabodetabek yang berpotensi mengalami intensitas hujan sedang atau lebih lebat.
Kondisi cuaca di Jakarta dan sekitarnya ini cukup berbeda dengan beberapa wilayah lain yang masih berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat.
Plt. Deputi Bidang Meteorologi, Andri Ramdhani menyebut potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi pada periode 14-17 Maret di sebagian wilayah Sumatera serta sebagian Jawa bagian tengah dan timur.
Ia menjelaskan bahwa aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) saat ini masih aktif di wilayah selatan dan timur Indonesia.
Kondisi tersebut, yang juga diikuti oleh aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin di sekitar wilayah Indonesia pada periode 13-20 Maret 2026, turut memperkuat dinamika atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah.
Situasi ini juga dipengaruhi oleh kelembapan udara yang relatif tinggi serta kondisi atmosfer yang cukup labil.
Sementara itu, pada periode 18-20 Maret 2026, Andri mengatakan peluang hujan juga dapat terjadi di sebagian wilayah Sulawesi Selatan dan Papua.
Pada periode arus mudik, ini BMKG juga mengidentifikasi adanya potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus dengan cakupan cukup luas di sebagian jalur mudik, terutama di wilayah Laut Maluku dan utara Papua.
Peluang kemunculan awan ini diprakirakan mencapai lebih dari 75 persen, yang berarti awan hujan berpotensi muncul cukup sering sehingga perlu menjadi perhatian bagi aktivitas penerbangan di wilayah tersebut.
"BMKG juga memprediksi potensi gelombang tinggi lebih dari 2,5 meter berpeluang terjadi di Laut Maluku dan Perairan Utara Papua yang dapat memengaruhi aktivitas transportasi laut. Selain itu, masyarakat pesisir di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Nusa Tenggara Timur dan Kalimantan juga perlu mewaspadai potensi banjir rob yang diprakirakan terjadi secara bergantian mulai 14 hingga 19 Maret 2026," ujarnya dalam sebuah keterangan, Sabtu (14/3).
(lom/dmi)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
1





























