Pesawat Trump Putar Balik sampai Rusia Sebut Inggris Perlu Ganti Nama

1 hour ago 1
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, hingga perkara ambisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal mengambil alih Greenland menjadi perhatian berita internasional pada Rabu (21/1).

Berikut kilas berita internasional:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahas Greenland, Menlu Rusia Sebut Inggris Perlu Ganti Nama

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan Inggris seharusnya tak lagi disebut Britania Raya (Great Britain) saat membahas kolonialisme terkait Greenland.

Lavrov menyebut Inggris jadi satu-satunya negara di dunia yang secara resmi menyebut dirinya "Great". Diksi great jika merujuk negara kerap diterjemahkan sebagai raya yang berarti besar.

"Saya pikir Inggris seharusnya disebut Britania saja karena 'Britania Raya' adalah satu-satunya contoh negara yang menyebut dirinya 'Besar'," kata Lavrov pada Selasa (20/1) kepada wartawan, dikutip Reuters.

Pesawat Air Force One Trump Putar Balik usai Lepas Landas, Ada Apa?

Pesawat Air Force One Presiden Amerika Serikat Donald Trump terpaksa kembali ke sebuah pangkalan udara tak lama setelah lepas landas menuju Davos, Swiss, pada Selasa (20/1) malam.

Gedung Putih mengatakan keputusan itu diambil karena pesawat kepresidenan itu mengalami "masalah kelistrikan kecil" tak lama setelah lepas landas dari Washington.

Dikutip AFP, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Air Force One kembali ke Joint Base Andrews sebagai langkah kehati-hatian. Di pangkalan tersebut, Trump dan rombongannya akan berganti pesawat sebelum melanjutkan perjalanan ke Davos untuk menghadiri The World Economic Forum atau Forum Ekonomi Dunia.

Beda Sikap China-Rusia soal Trump Mau Caplok Greenland

Presiden Amerika Serikat Donald Trump makin getol mencaplok Greenland setelah mengirim sejumlah pesawat militer North American Aerospace Defense Command (NORAD) ke pulau tersebut pada Senin (19/1).

Ambisi Trump memiliki Greenland semakin menjadi-jadi hingga negara-negara Eropa waswas dan mulai memperkuat kehadiran militer di pulau terbesar dunia itu.

Anggota parlemen Denmark Rasmus Jarlov telah memperingatkan bahwa invasi militer AS ke Greenland akan memicu perang.

(rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial