Perang Rusia vs Ukraina 'Lanjut' usai 32 Jam Gencatan Senjata, Kenapa?

1 hour ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Rusia dan Ukraina kembali melanjutkan masa perangnya setelah menerapkan gencatan senjata selama 32 jam yang berarkhir pada Minggu (13/4).

Selama periode itu, kedua pihak saling menuduh melakukan ribuan pelanggaran di berbagai wilayah konflik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Moskow dan Kyiv melaporkan lebih dari seribu serangan, termasuk penggunaan drone dan penembakan artileri, tak lama setelah gencatan senjata diberlakukan.

Gencatan senjata selama 32 jam diterapkan menyusul perayaan Hari Paskah Ortodoks pada Minggu (12/4).

Kementerian Pertahanan Rusia mencatat sekitar 1.971 pelanggaran yang dilakukan oleh Ukraina dalam waktu yang ditentukan.

"Sebanyak 1.971 pelanggaran gencatan senjata oleh unit-unit angkatan bersenjata Ukraina tercatat antara 16.00 waktu Moskow pada 12 April dan pukul 08.00 pada 12 April," kata kementerian itu melalui layanan pesan MAX, dikutip The Straits Times.

[Gambas:Video CNN]

Rusia menyebut Kyiv melakukan sebanyak 258 penembakan artileri, 1.329 serangan drone FPV, dan menjatuhkan 375 amunisi lain.

Sementara itu, Tentara Ukraina mencatat sebanyak 7.696 pelanggaran sejak gencatan dimulai hingga Minggu pukul 22.00 (19.00 GMT) waktu setempat.

"Hingga pukul 22.00 pada 12 April, sebanyak 7.696 pelanggaran oleh musuh telah tercatat", kata tentara Ukraina di Facebook.

"Rusia telah mematuhi gencatan senjata sampai batas tertentu, sambil melanjutkan operasi tempur di sejumlah sektor, termasuk penggunaan drone FPV dan drone kamikaze," tambah dia.

Namun, klaim dari kedua pihak sulit diverifikasi secara independen mengingat perang masih berlangsung dan telah memasuki tahun kelima sejak dimulai pada 2022.

Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan gencatan senjata sementara dalam rangka Paskah Ortodoks berlaku pada Sabtu (11/4).

"Atas wewenang Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Federasi Rusia, Vladimir Putin, gencatan senjata telah diumumkan sehubungan dengan liburan Paskah Ortodoks yang akan berlaku mulai 11 April pukul 16.00 waktu Moskow hingga akhir hari pada 12 April 2026," demikian rilis resmi Kepresidenan Rusia.

Putin juga meminta Menteri Pertahanan Andrei Belousov dan Kepala Staf Umum Valery Gerasimov untuk menghentikan aktivitas tempur, sambil tetap siaga terhadap potensi provokasi.

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya juga mengajukan usulan serupa terkait gencatan senjata selama perayaan Paskah.

"Kami mengusulkan gencatan senjata selama liburan Paskah tahun ini dan akan bertindak sesuai dengan usulan itu," kata dia di unggahan media sosial X pada Jumat.

Zelensky juga mendesak agar Rusia tidak melanjutkan serangan setelah periode Paskah berakhir. Tahun ini, perayaan Paskah Ortodoks oleh Gereja Ortodoks Rusia dan Ukraina jatuh pada 12 April.

(rnp/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial