Jakarta, CNN Indonesia --
Pemimpin Dewan Transisi Selatan Yaman (STC), Aidarous Al Zubaidi kabur sebelum koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman melancarkan serangan terhadap provinsi Dhale di selatan negara itu.
Melansir situs Al Jazeera, pada Rabu (7/1) pagi, koalisi itu mengatakan Al-Zubaidi dijadwalkan terbang dari kota Aden, Yaman, pada Selasa malam untuk mengakhiri konflik antara kelompoknya dan pemerintah Yaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, Al Zubaidi tidak naik pesawat dan melarikan diri ke lokasi yang tidak diketahui. Hingga kini, keberadaannya masih belum diketahui.
"Selama waktu ini, pemerintah yang sah dan koalisi menerima informasi Al Zubaidi telah memobilisasi pasukan besar, termasuk kendaraan lapis baja dan kendaraan tempur, senjata berat dan ringan, serta amunisi," demikian pernyataan tersebut, dikutip dari Al Jazeera.
Koalisi melancarkan serangan pada pukul 4 pagi waktu setempat untuk melumpuhkan pasukan itu dan menggagalkan upaya Al Zubaidi untuk meningkatkan konflik.
Dewan tersebut sebelumnya mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam melawan pemberontak Houthi yang menguasai wilayah utara.
Namun pada Desember, kelompok itu melancarkan serangan terhadap pasukan pemerintah yang didukung Arab Saudi dengan tujuan mendirikan negara merdeka di selatan, serta mendapat dukungan dari Uni Emirat Arab.
Sementara itu, Kepala Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman mengeluarkan dekrit yang memberhentikan Aidarous al-Zubaidi atas tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi.
Ketua dewan, Rashad Al Alimi menandatangani dekrit yang dikeluarkan dengan bunyi sebagai berikut.
"Dewan Pimpinan Kepresidenan mengeluarkan keputusan hari ini, Rabu, untuk mencabut keanggotaan Aidrous Al Zubaidi di Dewan Kepemimpinan Kepresidenan karena melakukan pengkhianatan tingkat tinggi untuk menyerahkannya kepada Jaksa Agung," demikian bunyi dekrit tersebut, seperti dikutip Anadolu Agency.
Selain itu, jaksa agung negara tersebut juga akan meluncurkan penyelidikan atas tuduhan tersebut.
Melansir situs Asharq Al Awsat, Al Alimi menuduh Al Zubaidi merugikan perjuangan yang adil di wilayah selatan dan memanfaatkannya untuk melakukan pelanggaran berat terhadap warga sipil di provinsi selatan.
Ia juga dituduh "merugikan kepentingan politik dan ekonomi republik, melanggar konstitusi, dan menghalangi upaya negara untuk menghadapi kudeta Houthi."
Tuduhan lainnya termasuk membentuk geng bersenjata dan membunuh petugas serta anggota angkatan bersenjata.
Pada Rabu, Juru Bicara Koalisi untuk Pemulihan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al Maliki, mengatakan Al Zubaidi melarikan diri ke lokasi yang tidak diketahui.
Ia disebut telah mendistribusikan senjata kepada puluhan elemen di Aden yang dipimpin Mu'min Al Saqqaf dan Mukhtar Al Nubi untuk memicu kerusuhan dalam beberapa jam ke depan.
(rnp/bac)

1 day ago
4
































