Maduro Hadapi Sidang Hari Ini usai Ditangkap AS, Apa Saja Dakwaannya?

13 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Venezuela Nicolas Maduro akan menghadapi sidang pada hari ini, Senin (5/1), usai ditangkap pasukan elite Delta Force Amerika Serikat atas perintah Presiden Donald Trump akhir pekan lalu.

Sidang Maduro akan digelar di Pengadilan Manhattan New York. Tak cuma Maduro, pemerintahan Trump juga mengajukan dakwaan ke istrinya Cilia Flores di Pengadilan Distrik Selatan Mew York.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlepas dari itu, apa saja dakwaan yang diajukan pemerintahan Trump untuk Maduro?

Pemerintah AS mengajukan empat dakwaan untuk Maduro yakni konspirasi terorisme narkoba, konspirasi impor kokain, kepemilikan senapan mesin dan alat peledak, serta konspirasi memakai senapan mesin dan alat peledak.

Ia menghadapi tuduhan yang sama seperti di dakwaan sebelumnya yang diajukan pada 2020, periode pertama pemerintahan Trump , demikian dikutip Al Jazeera.

Jaksa Agung AS Pamela Bondi juga sempat mengungkapkan dakwaan untuk Maduro.

"Nicolas Maduro didakwa dengan konspirasi Narkoterorisme, konspirasi impor kokain, kepemilikan senjata api dan perangkat destruktif lain, dan konspirasi untuk menggunakan senjata mesin dan perangkat destruktif terhadap Amerika Serikat," kaya Bondi di X pada Sabtu.

[Gambas:Twitter]

AS menculik Maduro dan Flores pada Sabtu. Sebelum operasi ini dilakukan, pasukan Negeri Paman Sam terlebih dahulu menggempur habis-habisan ibu kota Venezuela, Caracas.

Setelah misi itu, Trump dengan bangga mengumumkan AS berhasil menyerang Venezuela.

"Amerika Serikat telah berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya," kata Trump di media sosial buatannya Truth Social.

Maduro bersama istrinya, lanjut dia, langsung diterbangkan keluar negeri.

Di kesempatan terpisah, Trump kemudian mengumumkan AS akan memimpin Venezuela dan menguasai sumber daya minyak.

Trump dan Maduro berselisih sejak di periode pemerintahan pertama politikus Republik itu. Namun, hubungan kedua negara kembali meruncing sejak September tahun lalu, periode kedua Trump.

Kala itu, pasukan AS menggempur kapal yang mengangkut warga sipil di perairan lepas Venezuela dengan dalih membawa narkoba. Serangan ke kapal di sekitar wilayah itu terus terjadi hingga berbulan-bulan.

AS juga sempat mengerahkan pasukan dan persenjataan di dekat perbatasan Karibia. Melihat serangkaian tindakan AS itu, pemerintahan Maduro meyakini niat mereka adalah menggulingkan kekuasaan dan menguasai sumber daya.

(isa/rds)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Koran | News | Luar negri | Bisnis Finansial