CNN Indonesia
Senin, 13 Apr 2026 09:45 WIB
Ilustrasi. Ada beberapa makanan yang perlu dikonsumsi ibu hamil demi kecerdasan anak di masa depan. (iStockphoto/gilaxia)
Jakarta, CNN Indonesia --
Apa yang dikonsumsi ibu selama kehamilan tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik janin, tetapi juga berkaitan dengan perkembangan otak yang menjadi fondasi kecerdasan anak di masa depan.
Melansir dari Your Tango, periode kehamilan pada trimester kedua dan ketiga merupakan fase krusial dalam pembentukan struktur otak janin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahap ini, nutrisi yang masuk ke tubuh ibu berperan langsung dalam pembentukan neuron, koneksi saraf, hingga fungsi kognitif dasar yang kelak memengaruhi kemampuan belajar anak.
Berikut merupakan beberapa asupan penting yang kerap dikaitkan dengan perkembangan kecerdasan atau IQ bayi. Makanan-makanan ini bisa dikonsumsi saat masa kehamilan.
1. Omega-3 dan DHA
Asam lemak omega-3, khususnya DHA, menjadi komponen utama dalam pembentukan sel otak dan sistem saraf. Nutrisi ini membantu membangun koneksi antar-neuron yang penting untuk fungsi kognitif.
Kebutuhan DHA meningkat pada trimester akhir kehamilan. Sumbernya dapat ditemukan pada ikan berlemak seperti salmon, telur, biji rami, hingga sayuran hijau.
Sebuah studi dari Harvard University bahkan menunjukkan bahwa ibu yang mengonsumsi cukup omega-3 selama kehamilan cenderung memiliki bayi dengan kemampuan kognitif lebih baik pada usia dini.
Ibu hamil bisa mendapatkan asupan nutrisi ini melalui ikan salmon, sarden, tuna, atau kembung.
2. Buah dan sayur
Buah dan sayuran kaya akan vitamin serta antioksidan yang berfungsi melindungi sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas.
Antioksidan membantu menjaga kualitas jaringan otak janin selama masa pertumbuhan. Jenis makanan seperti bayam, brokoli, tomat, jeruk, dan buah beri menjadi sumber penting yang mendukung proses ini.
3. Protein
Ilustrasi. Makanan yang mengandung protein perlu dikonsumsi ibu selama masa kehamilan. (iStockphoto/Rimma_Bondarenko)
Protein berperan dalam pembentukan jaringan tubuh, termasuk otak. Asam amino yang terkandung di dalamnya menjadi zat utama untuk membangun sel-sel baru.
Selama kehamilan, kebutuhan protein meningkat karena tubuh tidak hanya mendukung ibu, tetapi juga pertumbuhan janin. Sumber protein bisa diperoleh dari daging tanpa lemak, telur, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
4. Zat besi
Zat besi membantu membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke otak janin. Kekurangan zat besi dapat menghambat suplai oksigen, yang berpotensi memengaruhi perkembangan struktur otak.
Kondisi anemia pada ibu hamil menjadi salah satu faktor risiko yang perlu diwaspadai. Oleh karena itu, asupan zat besi dari makanan seperti daging merah, hati, bayam, dan biji-bijian utuh penting untuk dipenuhi.
5. Vitamin D
Vitamin D berperan dalam mendukung fungsi otak sekaligus memperkuat sistem imun. Selain dari makanan, vitamin ini juga bisa diperoleh melalui paparan sinar matahari.
Kecukupan vitamin D selama kehamilan dikaitkan dengan perkembangan saraf yang lebih optimal pada bayi.
Meski nutrisi memegang peran penting, para ahli menegaskan bahwa kecerdasan anak tidak ditentukan oleh satu faktor saja.
Aktivitas fisik ringan, kualitas tidur, serta kondisi emosional ibu selama kehamilan juga berpengaruh terhadap perkembangan otak janin.
Selain itu, lingkungan setelah lahir, pola asuh, dan stimulasi juga menjadi faktor penting yang membentuk kemampuan kognitif anak secara menyeluruh.
(nga/asr)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
4


























